Jumat 28 Juni 2019, 18:46 WIB

Presiden Jokowi Teken Aturan Jabatan Fungsional TNI

Setkab.go.id | Politik dan Hukum
Presiden Jokowi Teken Aturan Jabatan Fungsional TNI

Antara
Prajurit Kopassus saat peringatan HUT ke-73 TNI di Lanud Utama TNI AD Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, beberapa waktu silam.

 

PRESIDEN Joko Widodo pada 12 Juni menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 37 Tahun 2019 tentang Jabatan Fungsional Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Berdasarkan keterangan di laman https://setkab.go.id, Jumat (28/6), dijelaskan perpres itu diterbitkan dengan pertimbangan untuk melaksanakan ketentuan Pasal 31 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 39 Tahun 2010 tentang Administrasi Prajurit TNI.

Dalam Perpres ini disebutkan, pejabat fungsional TNI berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada kepala unit kerja/organisasi yang bersangkutan ditugaskan. Pejabat fungsional TNI sebagaimana dimaksud mempunyai pangkat paling tinggi sama dengan pangkat kepala unit kerja/organisasi.

Kategori jabatan fungsional TNI, menurut Perpres, terdiri atas jabatan fungsional keahlian dan jabatan fungsional keterampilan.

Jenjang jabatan fungsional keahlian sebagaimana dimaksud terdiri atas ahli utama, ahli madya, ahli muda, dan ahli pertama. Sementara jenjang jabatan fungsional keterampilan terdiri atas penyelia, mahir, terampil, dan pemula.

Ahli utama sebagaimana dimaksud, menurut Perpres ini, merupakan jenjang jabatan fungsional keahlian yang tugas dan fungsi utama bersifat strategis global, strategis regional, dan/atau strategis nasional yang mensyaratkan kualifikasi profesionalisme tingkat tinggi.

"Prajurit TNI yang menduduki jabatan ahli utama sebagaimana dimaksud berpangkat paling rendah Brigadir Jenderal/Laksamana Pertama/Marsekal Pertama dan berpangkat paling tinggi Mayor Jenderal/Laksamana Muda/Marsekal Muda," bunyi Pasal 7 ayat (2) Perpres ini.

Sedangkan ahli madya, menurut Perpres ini, merupakan jenjang jabatan fungsional keahlian yang tugas dan fungsi utamanya bersifat strategis sektoral, yang mensyaratkan kualifikasi profesional tingkat tinggi.

"Prajurit TNI yang menduduki jabatan ahli madya sebagaimana dimaksud berpangkat paling rendah Letnan Kolonel dan berpangkat paling tinggi Kolonel," bunyi Pasal 8 ayat (2) Perpres ini.

Adapun ahli muda, menurut Perpres ini, merupakan jenjang jabatan fungsional keahlian yang tugas dan fungsi utamanya bersifat taktis operasional, yang mensyaratkan kualifikasi profesional tingkat lanjutan.

"Prajurit TNI yang menduduki jabatan ahli muda sebagaimana dimaksud berpangkat paling rendah Mayor dan berpangkat paling tinggi Letnan Kolonel," bunyi Pasal 9 ayat (2) Perpres ini.

Untuk ahli pertama sebagaimana dimaksud, menurut Perpres ini, merupakan jenjang jabatan fungsional keahlian yang tugas dan fungsi utamanya bersifat teknis operasional, yang mensyaratkan kualifikasi profesional tingkat dasar.

"Prajurit TNI yang menduduki jabatan ahli pertama sebagaimana dimaksud pada berpangkat paling rendah Kapten dan berpangkat paling tinggi Mayor," bunyi Pasal 10 ayat (2) Perpres ini.

Sedangkan jenjang penyelia, menurut Perpres ini, merupakan jenjang jabatan fungsional keterampilan yang tugas dan fungsi utamanya sebagai pembimbing, pengawas, dan penilai pelaksanaan pekerjaan pejabat fungsional tingkat di bawahnya, yang mensyaratkan pengetahuan dan pengalaman teknis operasional penunjang yang didasari suatu cabang ilmu pengetahuan tertentu.

Prajurit TNI yang menduduki jabatan penyelia sebagaimana dimaksud, menurut Perpres ini, berpangkat paling rendah Letnan Dua sampai dengan berpangkat paling tinggi Kapten.

Jenjang mahir sebagaimana dimaksud, menurut Perpres ini, merupakan jenjang jabatan fungsional keterampilan yang tugas dan fungsi utamanya sebagai pelaksana tingkat lanjutan, dan mensyaratkan pengetahuan dan pengalaman teknis operasional penunjang yang didasari suatu cabang ilmu pengetahuan tertentu.

Adapun prajurit TNI yang menduduki jabatan mahir sebagaimana dimaksud, menurut Perpres ini, berpangkat paling rendah Pembantu Letnan Dua dan berpangkat paling tinggi Pembantu Letnan Satu.

Jenjang terampil sebagaimana dimaksud, menurut Perpres ini, merupakan jenjang jabatan fungsional keterampilan yang tugas dan fungsi utamanya sebagai pelaksana, dan mensyaratkan pengetahuan dan pengalaman teknis operasional penunjang yang didasari suatu cabang ilmu pengetahuan tertentu.

Sedangkan prajurit TNI yang menduduki jabatan terampil sebagaimana dimaksud, menurut Perpres ini,  berpangkat paling rendah Sersan Kepala dan berpangkat paling tinggi Sersan Mayor.

Untuk jenjang pemula sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat merupakan jenjang jabatan fungsional keterampilan yang tugas dan fungsi utamanya sebagai pelaksana dasar, dan mensyaratkan pengetahuan dan pengalaman teknis operasional penunjang yang didasari suatu cabang ilmu pengetahuan tertentu.

Prajurit TNI yang menduduki jabatan pemula sebagaimana dimaksud, menurut Perpres ini berpangkat paling rendah Sersan Dua dan berpangkat paling tinggi Sersan Satu.

Pengangkatan, Pemindahan, dan Pemberhentian
Menurut Perpres ini, prajurit TNI yang diangkat dalam jabatan fungsional TNI keahlian harus memenuhi syarat memiliki integritas dan moralitas yang baik, sehat jasmani dan rohani, pendidikan paling rendah berijazah sarjana (strata-1) atau setara, memiliki pengalaman tugas sesuai kompetensi di bidangnya paling singkat satu tahun, telah mengikuti pendidikan pengembangan umum dan/atau pendidikan pengembangan spesialis sesuai jenjang jabatannya, nilai prestasi kerja paling rendah bernilai baik dalam enam bulan terakhir, mengikuti dan lulus uji kompetensi, dan syarat lain yang ditetapkan oleh Panglima TNI.

Sedangkan prajurit TNI yang diangkat dalam jabatan fungsional TNI keterampilan harus memenuhi syarat memiliki integritas dan moralitas yang baik, sehat jasmani dan rohani, pendidikan paling rendah berijazah sekolah lanjutan tingkat atas atau setara, memiliki pengalaman tugas sesuai kompetensi dibidangnya paling singkat satu tahun, telah mengikuti pendidikan pengembangan spesialis, nilai prestasi kerja paling rendah bernilai baik dalam enam bulan terakhir, mengikuti dan lulus uji kompetensi, dan syarat lain yang ditetapkan oleh Panglima.

"Pengangkatan Prajurit TNI dalam jabatan fungsional ahli utama ditetapkan oleh Presiden. Pengangkatan prajurit TNI dalam jabatan fungsional ahli madya, ahli muda, dan ahli pertama ditetapkan oleh Panglima," bunyi Pasal 1 ayat (1,2) Perpres ini.

Adapun  pengangkatan prajurit TNI dalam jabatan fungsional keterampilan jenjang penyelia, mahir, terampil, dan pemula, menurut Perpres ini, ditetapkan oleh Panglima atau Kepala Staf sesuai dengan tempat penugasan.

Baca juga: Presiden Sebut Bakal Ada 60 Jabatan Baru di TNI

Perpres ini juga menegaskan, dalam hal Prajurit yang menduduki Jabatan Fungsional TNI dipindahkan dalam jabatan struktural maka jabatan fungsionalnya diberhentikan.

"Prajurit yang diberhentikan dari jabatan fungsional TNI dapat diangkat kembali sesuai dengan jenjang jabatan fungsional TNI terakhir berdasarkan perundang-undangan, apabila tersedia formasi jabatan," bunyi Pasal 21 Perpres ini.

Disebutkan juga dalam Perpres ini, pejabat fungsional TNI diberikan tunjangan jabatan fungsional sesuai dengan jenjang jabatan fungsional TNI. Ketentuan mengenai tunjangan jabatan fungsional TNI sebagaimana dimaksud diatur dengan Peraturan Presiden.

"Peraturan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan," bunyi Pasal 30 Peraturan Presiden Nomor 37 Tahun 2019, yang telah diundangkan oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna h. Laoly pada 17 Juni 2019. (Gol/X-15)

Baca Juga

Ist

Kapolri Serukan Pentingnya Persatuan dan Kesatuan di Hadapan Kader Pemuda Pancasila

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 01 Oktober 2022, 23:17 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri undangan acara peresmian Kantor Majelis Pimpinan Nasional (MPN) Pemuda Pancasila...
Ist

UNM Cetak Lulusan Berkecimpung di Dunia Digital dan Bisnis

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 01 Oktober 2022, 21:47 WIB
Lewat perayaan wisuda UNM ke-33 ini, UNM siap mencetak alumni baru yang akan bersaing di dunia bisnis dan...
MI/Marcel Kelen

Tokoh Adat Papua Minta Lukas Enembe Jangan Jadi Pengecut

👤Fachri Audhia Hafiez 🕔Sabtu 01 Oktober 2022, 21:43 WIB
Menurut Boas, seharusnya Lukas sebagai pejabat harus memegang amanah dan taat kepada...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya