Headline
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH warga Yogyakarta antusias menyambut kedatangan Presiden RI Joko Widodo meskipun harus menunggu berlama-lama di seberang pintu gerbang Gedung Agung, Yogyakarta, Kamis (6/6).
Diansir dari Antara, pada pukul 15:00 WIB tampak kerumunan warga tersebar sejumlah titik di tepi Jalan Malioboro. Sebagian besar warga terkonsentrasi di kawasan Gedung Agung yang informasinya akan menjadi tempat menginap Presiden Joko Widodo (Jokowi) selama kunjungannya di Yogyakarta.
Baca juga: Presiden Jokowi: Idulfitri Ajang Pererat Persatuan
Sejumlah aparat kepolisian bersama TNI tampak berjaga-jaga di depan Gedung Agung. Alat pendeteksi (X-Ray) juga tampak terpasang di salah satu sudut Istana Kepresidenan di Yogyakarta itu.
Sajilah, 60, warga Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul mengaku telah menunggu kedatangan Presiden RI sejak pukul 09:00 WIB. Ia yang datang bersama sejumlah tetangganya mengaku mendapat informasi bahwa Presiden akan membagikan sembako.
"Dengar-dengar ada sembako dari Pak Jokowi," kata Sajilah yang mengaku telah membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk mengambil sembako.
Sementara itu, Lilik, 40, pedagang asongan mengaku mendapatkan informasi dari paguyuban pedagang asongan di kawasan Malioboro bahwa ada pembagian kupon untuk pengambilan sembako.
Meski mengaku tidak kebagian kupon, Lilik tetap ingin menyaksikan kedatangan Sang Presiden di depan pintu gerbang Gedung Agung.
"Saya tidak kebagian kupon mas. Katanya kuponnnya tertentu tidak semua orang kebagian kupon," kata Lilik sembari menggendong bayinya. (Ant/OL-6)
TOKOH suku Dayak, Panglima Jilah, mempertanyakan nasib pembangunan Dayak Center di Ibu Kota Nusantara (IKN), yang pernah dijanjikan oleh Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
PRESIDEN ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengomentari uji materi Pasal 169 Undang-Undang Nomor 7/2017 tentang Pemilihan Umum atau UU Pemilu yang dilayangkan dua advokat.
Penunjukan kerabat dekat Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, dalam jajaran manajemen anak perusahaan PT Pertamina (Persero) kembali menjadi perbincangan hangat di jagat maya.
INDONESIA Corruption Watch (ICW) mengkritik dukungan untuk melakukan revisi UU KPK yang dilontarkan oleh mantan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo atau Jokowi.
Pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyebut keinginan agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali ke Undang-Undang lama dinilai tidak lebih dari gimik politik.
ANGGOTA Komisi III DPR RI Nasyirul Falah Amru menanggapi sikap Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang setuju ingin kembalikan UU Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK) versi lama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved