Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Yenti Ganarsih mengatakan, pihaknya akan berupaya keras untuk menghasilkan calon pimpinan KPK terbaik yang akan diserahkan kepada Presiden Joko Widodo nantinya.
"Kami pasti coba untuk amanah dan dapat menghasilkan komisioner yang baik. Bisa membangun KPK lebih baik ke depan," tutur Yenti kepada Media Indonesia melalui saluran telepon, Jumat (17/5).
Ahli pidana tindak pidana pencucian uang (TPPU) itu menginginkan sosok pimpinan KPK yang baru memiliki profesionalitas, berintegritas serta mampu mengemban dan memahami persoalan pencegahan dan pemberantasan korupsi.
Itu ditujukan untuk menjawab keinginan masyarakat akan Indonesia yang bebas korupsi dan menaikkan Indeks Persepsi Korupsi (IPK)
"IPK-nya sudah 38, tapi kan di renstra kita kan kita ingin mencapai ke 60," kata Yenti.
Selain itu, sosok yang paham dan mampu menjawab persoalan internal KPK yang belakangan muncul menjadi salah satu syarat yang harus dipenuhi oleh calon pimpinan KPK.
Tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang jarang dipakai oleh KPK, juga diharapkan bisa dioptimalkan oleh pimpinan KPK periode 2019-2023 mendatang.
"Saya sering sekali menyuarakan ada kekecewaan saya, KPK sedikit sekali menggunakan TPPU, sehingga optimalisasi pengembalian hasil korupsi itu jadi jauh dari yang diharapkan, kita berharap seperti itu," terang Yenti.
Baca juga : Presiden Jokowi Tetapkan Pansel Capim KPK Masa Jabatan 2019-2023
Meski begitu, Ia tetap berharap pada pimpinan KPK yang menjabat saat ini juga mampu menyelesaikan kasus yang masih menjadi tunggakan. Hal itu guna tidak memberikan pekerjaan terlalu banyak kepada pimpinan baru nantinya.
"Kalau tidak selesai kan meniadi tunggakan untuk mereka yang terpilih nanti, akan berat itu, jadi kita harus mencari figur-figur yang betul-betul bisa menjawab persoalan yang muncul sekarang ini," terangnya.
Catatan Yenti, selama ini KPK terkesan lamban menangani perkara terkait TPPU. Padahal, bila itu dibiarkan terlalu lama, maka akan ada kesulitan untuk mengungkap hal tersebut.
"Saya selalu mengeluhkan KPK saat ini selalu berhati-hati, tapi menurut saya berhati-hati bukan berarti lamban untuk mengungkap TPPU-nya, karena kalau tidak segera, itu akan mubadzir, kita akan kehilangan jejak kejahatan itu sendiri. Karena kita tidak hanya ingin memenjara, tapi juga ingin merampas kembali uang hasil korupsi itu kepada negara, kembali ke rakyat," imbuhnya.
"Walaupun yang kemarin ini sudah bagus ya. Tahun 2018-2019 paling banyak OTT nya," sambung Yenti.
Di sisi lain, Ketua KPK Agus Rahardjo menginginkan pansel KPK saat ini bisa memilih pemimpin yang independen dan berintegritas. Menurutnya, pimpinan KPK terpilih nantinya harus memahami betul soal pencegahan dan penindakan korupsi.
"Pencegahan harus terus menerus melibatkan banyak instansi, masyarakat, NGO, dan penindakan juga tidak boleh kendor tidak boleh reda. Terutama kerugian yang telah diderita negara harus bisa segera dikembalikan," kata Agus.
Sementara itu, pimpinan KPK lainnya, Alexander Marwata menekankan, pimpinan KPK nantinya harus mewakili semua elemen yang ada.
"Saya berharap juga dari berbagai latar belakang terwakili, misalnya dari penyidik, penegak hukum, auditor, karena pemberantasan korupsi itu kan memerhatikan soal itu baik dari sisi penindakan, pencegahan, dari akademisi, masyarakat, saya kira harus ada keterwakilan itu," tutur Alex.
Ia juga meyakini, pansel yang dibentuk oleh Presiden bersifat independen,
"kalau ada anggapan masyarakat soal titipan, (kalaupun ada) itu cuma 1 atau 2 ya tidak berpengaruh juga. Karena kan yang diambil suara mayoritas, saya pikir tetap independen (pansel KPK)," tandasnya. (OL-8)
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Bandung memastikan proses penataan Teras Cihampelas berjalan aman secara hukum.
KPK memeriksa Ketua Kadin Surakarta Ferry Septha Indrianto terkait dugaan suap proyek jalur kereta DJKA Kemenhub, untuk melengkapi berkas tersangka Sudewo.
Skor Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia 2025 merosot ke 34, menempatkan Indonesia di peringkat 109 dunia, akibat lemahnya pengawasan dan kebijakan permisif.
KPK periksa Kartika Sari sebagai saksi kasus dugaan suap ijon proyek Bekasi, yang menjerat Bupati nonaktif Ade Kuswara dan pihak swasta.
KPK mengungkap hasil pemeriksaan saksi dalam kasus dugaan suap proyek Lampung Tengah dengan mendalami aliran uang dan sumber penghasilan Bupati nonaktif Ardito Wijaya.
KPK menyatakan tidak mempermasalahkan batalnya Jamdatun Kejagung Narendra Jatna bersaksi dalam sidang ekstradisi buronan Paulus Tannos di Singapura karena sudah ada afidavit.
PPATK menyampaikan 994 Hasil Analisis, 17 Hasil Pemeriksaan, serta 529 Informasi kepada penyidik dan kementerian/lembaga terkait.
Penyidik KPK mensinyalir nominal uang hasil pemerasan jauh lebih besar dari temuan saat ini.
Selain penindakan hukum terhadap para pelaku, Polri juga bergerak memutus akses perjudian di dunia maya.
PERKEMBANGAN teknologi blockchain yang menjadi fondasi aset kripto dinilai berpotensi kuat menjadi medium baru bagi tindak pidana pencucian uang.
Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mengenalkan aplikasi dengan sistem kecerdasan buatan (AI) bernama Trade AI.
Anang enggan membeberkan hasil kerja penyidik, demi menjaga kerahasiaan proses penyidikan. Strategi penyidikan diserahkan sepenuhnya kepada penyidik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved