Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
MERUJUK hasil sementara Pemilu Legislatif (Pileg) 2019, partai koalisi pendukung pemerintah yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Kerja (KIK) diprediksi akan mendominasi kekuatan di parlemen.
Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia Lucius Karus menuturkan partai-partai KIK harus tetap mampu menjalankan fungsi pengawasan terhadap kinerja pemerintah kendati memiliki mendominasi jumlah oposisi di parlemen.
"Fungsi pengawasan di parlemen itu harus ada. Caranya partai koalisi tidak cukup hanya menjadi sebagai stempel pemerintah di parlemen. Partai koalisi harus berani berhadapan dengan pemerintah jika memang itu diperlukan," tutur Lucius di Jakarta, Senin (13/5).
Sifat oportunis dari partai koalisi pendukung pemerintah terkadang diperlukan sebagai salah satu cara menjalankan fungsi pengawasan yang dilakukan antara legislatif dengan eksekutif dalam hal ini yaitu pemerintah.
Baca juga: Jumlah Kursi Meningkat, NasDem Maksimalkan Peran di Parlemen
Lucius memaparkan salah satu contoh sifat oportunis tersebut pernah terjadi ketika pembahasan Pansus KPK di DPR. Saat itu PDI-P sebagai salah satu partai pendukung pemerintah memiliki pandangan yang berbeda dengan Pemerintaha Jokowi-JK terkait keberadaan Pansus.
"Jadi saya kira watak partai oportunis itu tetap ada. Jadi walaupun mereka mendominasi parlemen tapi watak oportunis dari sesama partai kolisi bisa saja menganggu koalisi itu," paparnya.
Kendati demikian, Lucius tidak menampik bahwa fungsi pengawasan sangat bergantung pada kekuatan dari oposisi. Dirinya berharap oposisi tetap mampu bekerja dengan sistematis membangun kritik dan program-program yang rasional kendati didominasi oleh kekuatan koalisi pendukung pemerintah.
Kritik yang rasional dari pihak oposisi dikatakan oleh Lucius mampu meransang partai koalisi untuk membentengi pemerintah dengan melahirkan program-program yang juga lebih kredibel.
"Jadi berhasil atau tidaknya peran pengawasan memang tidak dipungkiri cukup bergantung pada oposisi. Saya berharap peran kritik dari oposisi tidak hilang," pungkasnya. (OL-7)
KETUA DPR RI Puan Maharani menegaskan bahwa pihaknya saat ini memilih untuk fokus pada urusan kesejahteraan rakyat dan sinergi program pemerintah dibandingkan Pilpres 2029.
Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan bahwa keselamatan jemaah haji Indonesia harus menjadi prioritas utama di tengah kondisi geopolitik Timur Tengah yang kian memanas.
Komisi XI DPR RI telah menetapkan Friderica Widyasari Dewi sebagai Ketua OJK, Rabu (11/3).
Anggota Komisi VI DPR RI Nurdin Halid menyatakan rapat pembahasan pembangunan gerai serta pembentukan Koperasi Desa Merah Putih ditunda.
Pada tahun anggaran 2026, IPDN akan mendapatkan penambahan alokasi dana dari APBN melalui bantuan Presiden RI.
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abidin Fikri, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada penjelasan resmi dari Kerajaan Arab Saudi mengenai dugaan penundaan pelaksanaan ibadah haji.
Upaya itu untuk mendongkrak elektabilitas PSI di Pemilu 2029. Mengingat, saat ini PSI masih belum bisa lolos ke parlemen di Senayan.
Raja Juli Antoni juga menegaskan bahwa PSI merupakan partai yang terbuka bagi berbagai kalangan, baik muda maupun senior.
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi resmi membubarkan Dewan Perwakilan Rakyat (House of Representatives) pada Jumat (23/1) pagi waktu setempat.
usulan pembentukan koalisi permanen dalam Rapimnas I Partai Golkar perlu dicermati secara serius agar tidak mengancam fungsi demokrasi di parlemen
Transformasi digital di DPD RI bukan sekadar pengadaan teknologi baru, melainkan perubahan budaya kerja secara menyeluruh.
rancangan undang-undang (RUU) Pemilu berbasis kodifikasi harus dibangun secara paralel dengan pembenahan sistem kepartaian di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved