Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

Pemilu Kondusif, Relawan Jokowi-Amin Gelar Silahturahim

Tesa Oktiana Surbakti
03/5/2019 22:25
 Pemilu Kondusif, Relawan Jokowi-Amin Gelar Silahturahim
Syukuran relawan Jokowi-Amin.(Ilustrasi/MI/RAMDANI)

RELAWAN pendukung Joko Widodo-Ma'ruf Amin mengadakan acara silahturahim, sekaligus ucapan syukur karena pesta demokrasi berjalan kondusif. Apalagi hasil hitung cepat dari sejumlah lembaga survei menunjukkan pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 01 itu lebih unggul.

Acara silahturahim yang cukup ramai dihadiri para relawan berlangsung di FX Sudirman. Dengan dipandu dua komika Arie Kriting dan Uus, perhelatan itu dimeriahkan pertunjukan musik, pemotongan tumpeng dan flash mob.

"Ini teman-teman relawan spontan bikin acara silahturahmi. Karena kami merasa bahagia pemilihan umum (pemilu) berjalan damai dan konstitusionl. Tidak ada yang aneh-aneh," ujar politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Budiman Sudjatmiko di sela-sela acara, Jumat (3/5).

Lebih lanjut dia menggarisbawahi situasi pesta demokrasi di negara lain, yang identik dengan kekerasan dan pembunuhan politik. Sementara itu, Indonesia berhasil menyelenggarakan pemilu, terutama pilpres, dengan damai. Terhitung sejak 2004 lalu, rakyat Indonesia bisa memilih pemimpin negara secara langsung.


Baca juga: Petugas KPPS yang Wafat Bertambah Jadi 424


"Ternyata bangsa kita sudah dewasa. Kita memilih presiden melalui popular vote. Indonesia ini negara demokratis, memilih presiden berdasarkan suara rakyat langsung. Artinya apa? Siapapun presidennya pasti dicintai, karena dipilih dengan one person one vote," imbuhnya.

Dia pun mengimbau pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno selaku capres dan cawapres nomor urut 02,agar mengikuti proses konstitusi. Terpenting, sabar menunggu hasil perhitungan resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). Menurutnya, jika ada hal yang dinilai tidak wajar, sebaiknya diselesaikan sesuai ketentuan hukum.

"Jadi, mari kita tunggu hasil perhitungan KPU. Kalau ada yang tidak benar, silakan gugat ke Mahkamah Konstitusi. Jangan membuat hal-hal yang sifatnya memancing kemarahan atau kebingungan. Seperti memasang spanduk yang mengklaim Prabowo sebagai presiden," tukas Budiman. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya