Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin menilai, forum Ijtimak Ulama tidak mampu menyampaikan bukti konkret kecurangan Pemilihan Umum Presiden 2019.
Ijtimak Ulama juga dinilai tidak mewakili suara umat muslim karena memiliki pola dukungan yang berat sebelah.
"Kini giliran Ijtimak Ulama. Polanya sama dan justru semakin kentara siapa yang berada di balik semua ini. Padahal, parpol (partai politik) koalisi 02 sudah bisa terima hasil hitung sementara. Bahkan, Pak Sandi sebut Pemilu jujur dan adil," ujar Direktur Komunikasi Politik TKN, Usman Kansong, di Posko Cemara, Jakarta, Kamis (2/5).
Gerakan asal tuding tanpa bukti terus bergulir mendera pasangan Jokowi-Amin dan penyelenggara Pemilihan Umum 2019.
TKN menilai, gerakan seperti Ijtimak Ulama justru berpotensi memecah belah bangsa melalui ekspresi politik yang menyesatkan. Sebab, tudingan tidak disertai dengan bukti-bukti yang konkret.
Justru sejauh ini, TKN yang telah menerima dan membuktikan terjadinya praktik kecurangan pemilu yang menguntungkan kubu 02.
Baca juga: BPN Laporkan Dana Akhir Kampanye Rp213,2 Miliar
Direktorat Hukum dan Advokasi TKN telah mengumpulkan sekitar 25 ribu laporan kecurangan yang telah diserahkan kepada Badan Pengawas Pemilu untuk ditindaklanjuti.
"Seharusnya seperti ini caranya. Lebih elegan dan menunjukkan kedewasaan berpolitik, serta tidak inkonstitusional. Kami sangat menyayangkan forum Ijtimak Ulama yang berat sebelah. Agama telah dipolitisasi dengan cara yang tidak benar," ujar Usman.
Sementara itu, berdasarkan data real count War Room TKN hingga pukul 14.30 WIB, Jokowi-Amin telah mengantongi 55,48% suara, sementara Prabowo-Sandi 44,52%. Dengan suara masuk mencapai 64,47%.
Hitungan ini tidak berselisih jauh dari real count Komisi Pemberantasan Korupsi. Di mana, Jokowi-Amin mampu memperoleh 56,05% suara, sedangkan Prabowo-Sandi 43,95%. Dengan demikian, selisih suara antara paslon 01 dan 02 melampaui 10 juta suara. (RO/OL-1)
KPK menetapkan Hasto Kristiyanto sebagai tersangka suap terkait buronan Harun Masiku. Hasto disebut aktif mengupayakan Harun memenangkan kursi anggota DPR pada Pemilu 2019.
Bagi Mahfud, batalnya memakai kemeja putih tersebut lima tahun lalu menyimpan pesan tersendiri.
KPID Sulawesi Selatan mengaku belum bisa menindak caleg dan parpol yang mulai mencuri start pada Pemilu 2024.
PENDUKUNG Joko Widodo pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 kini berbalik mendukung calon presiden (capres) Prabowo Subianto jelang Pilpres 2024.
Beberapa upaya dari KPU untuk mencegah terjadinya kembali korban jiwa dari petugas KPPS.
"Mas Ganjar kan enggak nyapres, enggak nyapres beliau," kata Immanuel di Jakarta, Minggu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved