Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
KOALISI Masyarakat Sipil Indonesia yang terdiri dari Mata Rakyat, Jaringan Pendidikan Pemilih Untuk Rakyat (JPPR), Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP), Konstitusi dan Demokrasi (KoDe) Inisiatif, serta Sindikasi Pemikiran dan Demokrasi menemukan ratusan kesalahan dalam proses rekapitulasi Pilpres 2019 dalam sistem informasi perhitungan (situng) Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Berdasarkan klasifikasinya, ditemukan enam kategori kesalahan utama, yang paling banyak disumbang oleh tertukarnya formulir C1.
"Dari semua data yang sudah di-input ini kita temukan temuan bahwa 218 itu C1-nya tertukar, bukan dari C1 yang sesungguhnya diminta oleh situng. Yang lebih parah lagi yang kita temukan C1 yang masuk ke dalam sistem situng KPU untuk Pilpres ternyata juga dimasukin C1 Pileg dan DPRD RI," ujar Sekretaris Jenderal Mata Rakyat, Bayu Adi Permana saat konferensi pers di Jakarta, Kamis (25/4).
Kesalahan terbesar kedua yang ditemukan ialah perbedaan antara data C1 dengan data yang di-input. Tidak seperti gonjang-ganjing pemberitaan akibat salah input ini yang dirugikan hanyalah salah satu pihak saja yakni 02. Menurut Bayu kesalahan ini juga merugikan kedua belah pasangan calon (paslon).
"C1 salah input, C1nya sudah benar tapi inputnya salah, tapi data yang diinput ke dalam situngnya berbeda dengan C1nya tersebut. Kita temukan ada 196 temuan," papar Bayu.
Ketiga, Koalisi Masyarakat Sipil juga menemukan kesalahan adanya dokumen C1 tidak jelas, buram, atau terlipat. Berdasarkan pemantauannya, ditemukan sebanyak 106 data di situng KPU yang seperti itu.
Baca juga: KPU: Baru 3 Kabupaten yang Telah Rampungkan Rekapitulasi Suara
Menurut Bayu, hal ini disebabkan oleh kualitas scan gambar yang buruk, padahal pada Pilpres tahun 2014 kualitas gambar hasil scan ssangat bagus dan jernih.
Temuan terparah ialah adanya C1 yang seharusnya di-input justru tidak ter-input di dalam lampiran foto yang diminta di TPS tersebut. Menurut pengakuan Bayu, temuan ini tergolong unik karena ditemukan di dalam satu daerah, yakni di Kecamatan Bantul, DI Yogyakarta.
"Tidak ada C1 ini adalah kita temukan sebuah data inputnya masuk ke dalam situng tapi tidak menemukan C1 di dalam lampiran foto yang diminta di TPS tersebut, itu ada temuannya 151," pungkas Bayu.
Termuan terakhir ialah adanya dokumen C1 yang dalam situng yang tercoret ataupun salah tulis. Menurut Bayu, dari temuan ini petugas KPPS dimungkinkan untuk melakukan pengecekan dan perbaikan kembali terhadap C1 yang sudah diupload.
Sementara sisanya, disumbang oleh kesalahan-kesalahan minor lainnya di antaranya C1 kurang, C1 plane tertukar, C1 salah hitung, dan lainnya. (A-5)
KPK menetapkan Hasto Kristiyanto sebagai tersangka suap terkait buronan Harun Masiku. Hasto disebut aktif mengupayakan Harun memenangkan kursi anggota DPR pada Pemilu 2019.
Bagi Mahfud, batalnya memakai kemeja putih tersebut lima tahun lalu menyimpan pesan tersendiri.
KPID Sulawesi Selatan mengaku belum bisa menindak caleg dan parpol yang mulai mencuri start pada Pemilu 2024.
PENDUKUNG Joko Widodo pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 kini berbalik mendukung calon presiden (capres) Prabowo Subianto jelang Pilpres 2024.
Beberapa upaya dari KPU untuk mencegah terjadinya kembali korban jiwa dari petugas KPPS.
"Mas Ganjar kan enggak nyapres, enggak nyapres beliau," kata Immanuel di Jakarta, Minggu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved