Headline

Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.

Polisi: Penambahan Pasukan di Jakarta Bukan Faktor Siaga 1

Ferdian Ananda Majni
24/4/2019 18:20
Polisi: Penambahan Pasukan di Jakarta Bukan Faktor Siaga 1
Karopenmas Div Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo(ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso )

KAROPEMNAS Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, penambahan pasukan Brimob dari beberapa daerah di Indonesia ke Jakarta guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban dalam rangkaian penghitungan suara Pemilu 2019.

"Nggak (Siaga 1) kan sudah dicabut sejak Jumat pekan lalu (karena termasuk rangkaian Pemilu). Kami mengantisipasi potensi gangguan apa pun,” kata Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (24/4). 

Dedi menjelaskan, pengerahan pasukan dalam tahapan inti Pemilu seperti penghitungan suara, penetapan hasil dan pelantikan presiden-wakil presiden merupakan hal yang rutin dan wajar dilakukan.

"Iya. Jadi pada saat tahapan inti pemilu penetapan hasil, pelantikan kalau mengandalkan kekuatan Jakarta tidak cukup dan untuk memastikan itu Polri dan TNI menjamin keamanannya. Kita harus pastikan keamanan menjadi hal utama di dalma mengawal proses pentahapan pemilu," terangnya.

 

Baca juga: Polisi Tangkap Pelaku Peretasan Situs KPU

 

Mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu menambahkan, faktor keamanan menjadi prioritas dalam mengawal proses Pemilu. Oleh karena itu, dia tidak merincikan total secara keseluruhan keberadaan personel dan lokasi penjagaan Korps Brimob yang dikerahkan ke Jakarta.

"Jumlahnya saya tidak pernah disebutkan. Kenapa kita tidak boleh sebutkan ini bisa berbahaya. Artinya apa betul anggota Brimob melaksanakan tugas di Jakarta karena seluruh pentahapan pemilu terakhirnya di Jakarta," terangnya.

Menurutnya, masa tugas korps Brimop juga meliputi masa rekapitulasi perhitungan suara atau real count secara berjenjang itu dimulai Kamis (18/4) hingga Rabu, 22 Mei 2019 atau sekitar satu bulan setelah pelaksanaan Pemilu 2019. 

Selanjutnya, kata Dedi, rangkaian penetahapan kegiatan berikutnya Jakarta menjadi fokus pengamanan sampai pelantikan legislatif, presiden dan wapres.

"Tanggal 22 (Mei) penetapan hasil pemilu nasional di KPU. Oleh karena nya kondisi Jakarta harus aman karena Jakarta barometer nasional. Kita antisipasi potensi yg terjadi dan kita harus tetap mengantisipasi hal yang terjadi," pungkasnya. (A-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik