Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYELENGGARAAN pesta demokrasi tidak berlangsung tanpa cacat dan kekurangan, serta tidak ada yang melarang untuk menyatakan temuan atas kekurangan tersebut. Namun, hendaknya dicari solusi terhadap perbedaan yang berdasarkan kaidah demokrasi di atas landasan kearifan para elite untuk membangun kesepakatan.
Demikian dikatakan Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Letjen (Purn) Agus Widjojo disela-sela konferensi pers Menyikapi Situasi Terkini Setelah Pemilu 2019 dari Perspektif Ketahanan Nasional, di Gedung Lemhannas, Jakarta, Selasa (23/4).
Baca juga: Pengakuan Dunia Internasional Jangan Dinodai Konflik Sosial
"Di atas kearifan tersebut adalah trust yang kita berikan kepada lembaga fungsional untuk melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai bagian dari pelaksanaan pemilihan umum," kata Agus.
Ia mengingatkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) selaku penyelenggara pemilu agar melakukan perbaikan atas kesalahan dan kekurangannya secara transparan dan akuntabel. Agus juga mengimbau seluruh komponen masyarakat melakukan pengawasan independen terhadap kerja KPU, termasuk dalam menyikapi catatan kekurangannya.
"Menyikapi hal tersebut, perlu kedewasaan dan kesabaran semua pihak, mulai dari elite sampai dengan akar rumput untuk tetap menjaga makna sesanti Bhineka Tunggal Ika, dengan terus memelihara dan merawat nilai dari kebangsaan kita," ujar dia.
Menurut dia, hal itu penting demi menjaga kualitas ketahanan nasional agar tetap tangguh menghadapi pelbagai bentuk ancaman. Agus meyakini tantangan besar yang sedang dihadapi bangsa dapat dilalui dengan mengandalkan kekayaan pengalaman dan kearifan lokal yang dimiliki. (OL-6)
KPK menetapkan Hasto Kristiyanto sebagai tersangka suap terkait buronan Harun Masiku. Hasto disebut aktif mengupayakan Harun memenangkan kursi anggota DPR pada Pemilu 2019.
Bagi Mahfud, batalnya memakai kemeja putih tersebut lima tahun lalu menyimpan pesan tersendiri.
KPID Sulawesi Selatan mengaku belum bisa menindak caleg dan parpol yang mulai mencuri start pada Pemilu 2024.
PENDUKUNG Joko Widodo pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 kini berbalik mendukung calon presiden (capres) Prabowo Subianto jelang Pilpres 2024.
Beberapa upaya dari KPU untuk mencegah terjadinya kembali korban jiwa dari petugas KPPS.
"Mas Ganjar kan enggak nyapres, enggak nyapres beliau," kata Immanuel di Jakarta, Minggu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved