Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

Dapat Rekomendasi dari Bawaslu, KPU Klaim sudah Hati-Hati

Irvan Sihombing
17/4/2019 22:04
Dapat Rekomendasi dari Bawaslu, KPU Klaim sudah Hati-Hati
Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi(MI/Ramdani)

KOMISI Pemilihan Umum (KPU) menolak tudingan banyak mengabaikan saran dan rekomendasi Badan Pengawas Pemilu. Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi mengatakan pihaknya selalu menindaklanjuti setiap masukan dari Bawaslu.

"Kalau rekomendasi yang kemarin kan terkait dengan, 'Ayo dong KPU lebih hati-hati.' Ya kita sudah lebih hati-hati," ujar Pramono di Hotel Ritz-Calton, Mega Kuningan, Jakarta, Rabu (17/4) malam.

Menurut dia, jika dibandingkan dengan Pemilu 2014, kenduri demokrasi kali ini terbilang lebih baik. Ketika itu, surat suara yang tertukar antardapil ada sekitar 700 TPS. "Yang sekarang berdasarkan data sementara sudah jauh berkurang," imbuhnya.

Sebelumnya, Ketua Bawaslu Abhan di kantornya menyatakan potensi pemungutan suara ulang dan pemungutan suara susulan kemungkinan akan terjadi.

Salah satu penyebabnya ialah persoalan logistik seperti surat suara yang tidak sampai tepat waktu ke TPS.

Baca juga : KPU: Quick Count Bisa Dipertanggungjawabkan

Anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar menambahkan potensi pemungutan suara susulan akan terjadi di 1.395 TPS. Pemungutan suara susulan itu didominasi di tujuh distrik di Papua.

Terkait hal tersebut, Pramono mengatakan masih ada waktu untuk menetapkan hari pelaksanaan pemungutan suara ulang.

"Kita nanti menjalankan rekomendasi Bawaslu itu. Sekali kita memutuskan itu, seluruh data sudah pasti. Jangan nanti data masih berjalan, tapi kita sudah putuskannya sedikit-sedikit," imbuh dia.

Ia tidak mau persiapan KPU menjadi kurang tepat karena dari beberapa kasus yang ditemukan Bawaslu itu membutuhkan pencetakan surat suara.

"Kita harus hitung berapa surat suara yang dibutuhkan. Waktu untuk cetak surat suara, waktu untuk mengirim. Ada pula beberapa kasus yang harus diputuskan lebih lanjut," tutupnya. (OL-8)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ghani Nurcahyadi
Berita Lainnya