Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

KPU Bersama Tamu Undangan Kunjungi Rutan Kelas 1 Cipinang

Insi Nantika Jelita
17/4/2019 12:33
KPU Bersama Tamu Undangan Kunjungi Rutan Kelas 1 Cipinang
Ketua KPU RI Arief Budiman (tengah)(MI/Insi Nantika Jelita)

KOMISI Pemilihan Umum (KPU), hari ini, Rabu (17/4), mengagendakan kunjungan ke beberapa titik untuk memantau Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Bersama tamu undangan Election Visit Program (EVP) 2019, KPU mengunjungi ke rutan kelas 1 Cipinang, Jakarta Timur, Rabu (17/4).

"Kami ingin tunjukan bahwa pemilu di Indonesia sangat terbuka transparan agar semua orang bisa melihat. Kami ingin mempromosikan demokrasi Indonesia yang baik," ujar Ketua KPU RI Arief Budiman.

Total ada 208 delegasi yang diundang KPU dalam EVP 2019 kali ini, yang terdiri dari pemantau asing, perwakilan duta besar, NGO luar negeri dan dalam negeri, dan lainnya.

Baca juga: Hitung Cepat Disiarkan Mulai Pukul 15.00 WIB

Arief kemudian menceritakan yang paling banyak menarik bagi banyak negara adalah bagaimana KPU mempublikasikan hasil pemilu dari setiap TPS.

"Hasil penghitungan di TPS ditulis di form C1, lalu di C1 itu dikirim ke KPU kabupaten/kota lalu discan dan dimasukkan server kita lalu dipublikasikan. Kenapa KPU melakukan itu? Penting bagi banyak pihak untuk mengetahui dan bagi KPU," jelas Arief.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Rutan Cipinang Oga G Darmawan menuturkan ada 7 TPS, yaitu TPS Nomor 168, 169, 170, 171, 172, 173 dan 174. Lalu yang memilih ada 1.110 tahanan dari jumlah total 4.300 penghuni rutan. Sebagian besar merupakan Daftar Pemilih Tetap tambahan (DPTb) atau yang pindah TPS.

"Namanya rutan kan berbeda dengan lapas. Ada yang baru masuk kemarin (rutan), kalau di lapas kan tidak bergerak karena sudah jelas memiliki kekuatan hukum. Kalau di sini kan masih proses sidang penyidikan ada yang baru ditangkap kemarin sore. Antusiasnya lebih bagus," sebut Oga. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya