Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

Tekan Surat Suara Tidak Sah, KPU Gencarkan Sosialisasi

Insi Nantika Jelita
10/4/2019 21:00
Tekan Surat Suara Tidak Sah, KPU Gencarkan Sosialisasi
Sosialisasi Pemilu 2019 yang dilakukan mahasiswa Universitas Warmadewa di Denpasar, Bali, Rabu (10/4)(Antara/Nyoman Hendra Wibowo)

KOMISI Pemilihan Umum (KPU) akan melakukan sosialisasi tata cara melakukan pencoblosan yang benar dalam Pemilu 2019. Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthow berharapi dengan adanya sosialisasi bisa menekan angka surat suara tidak sah dibawah 10%.

"Nanti kami mulai gencar sosialisasi tata cara pencoblosan yang benar. Serta kriteria surat suara sah dan tidak sah. Mudah-mudahan surat suara tidak sah (invalid votes) dibawah 10%," ujarnya di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (10/4).

Sosialisasi tersebut akan dilakukan sebelum masa tenang. Menurut Pramono setiap pelaksanaan pemilu potensi suara tidak sah tinggi karena banyak pemilih yang salah melakukan pencoblosan.

Ia mengungkapkan, pada pemilu 2014 ada sekitar 14,3 juta surat suara yang tidak sah atau sekitar 10,76%.

Baca juga : Soal People Power, Mahfud MD Siap Berikan Advokasi kepada KPU

"Bahkan pemilu 2009 itu lebih tinggi lagi ada 14,43% itu surat suara yang tidak sah, karena dulukan centrang. Centrang itu potensi kesalahannya itu besar. Surat suara tidak sah itu maka tidak dihitung. Jadi kedaulatan yang diberikan melalui proses pemilu itu menjadi hilang, jadi sia-sia," jelas Pramono.

Saat ini, KPU sudah mengerahkan relawan demokrasi untuk menyosialisasikan pemilu kepada pemilih untuk menyasar 11 kelompok msyarakat.

Ke-11 basis pemilih strategis itu, yakni pemula, muda, perempuan, disabilitas, berkebutuhan khusus, kaum marginal, komunitas, keagamaan, netizen, keluarga, serta relawan demokrasi.

"Sosialiasi kepada kelompok spesifik itu untuk pengetahuan publik tentang teknis kepemiluan tentang hari pemungutan suara, tata cara mencoblos. Tentu harapannya mereka semakin terlibat pemungutan suara," tandas Pramono. (OL-8)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ghani Nurcahyadi
Berita Lainnya