Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
LEMBAGA survei Informasi, Data, Management System (Indodata) membeberkan bahwa pemilih muslim lebih memilih paslon nomor 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin ketimbang paslon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebagai presiden dan wakil presiden periode 2019-2024.
Hasil survei itu menempatkan Jokowi-Amin di poin 49,1% dan Prabowo-Sandi sebesar 39,0%. Sedangkan persentase pemilih muslim yang belum menyatakan pilihan sekitar 11,9%. Realitas itu sekaligus membuktikan bahwa suara pemilih beragama Islam justru tersebar merata, walaupun ada pemilih yang lebih banyak memilih salah satu kandidat.
Demikian dikatakan Direktur Eksekutif Indodata Danis T Saputra disela-sela acara rilis survei nasional bertajuk Prediksi Pemilu 2019 dan Perilaku Pemilih Muslim di Indonesia, di Jakarta, Senin (8/4).
"Ini membuktikan bahwa pemilih muslim di Indonesia adalah moderat dan terbuka," ujarnya.
Survei dilakukan pada 24 Maret-7 April 2019 menggunakan metoda multistage random sampling dan wawancara tatap muka. Pun survei melibatkan responden sebanyak 1.200 orang dengan proporsi 50% laki-laki dan 50% wanita yang masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT).
Menurut dia, maraknya politik identitas keagamaan, khususnya Islam, ternyata tidak berbanding lurus dengan elektabilitas partai politik. Berdasarkan hasil survei justru elektoral efek lebih banyak masuk atau dinikmati oleh lembaga/organisasi keagamaan Islam, seperti Nahdlatul Ulama, Muhamadiyah, Persatuan Islam (Persis), dan lain sebagainya.
Baca juga: Ma'ruf: Jokowi aja Mengangkat Ulama, Kok Ente Gak Paham-Paham
Contohnya, sambung dia, dari base line 60,30% pemilih muslim yang terikat ormas NU, sebanyak 67,80% memilih Jokowi-Amin dan 31,10% memilih Prabowo-Sandi. Sedangkan pemilih muslim dari base line 22,60% yang mengikuti ormas Muhammadiyah, diketahui 47,10% memilih Jokowi-Amin dan 38,00% memilih Prabowo-Sandi.
Begitu pula dari base line 8,10% pemilih muslim yang mengikuti ormas Persis menempatkan Jokowi-Amin di angka 65,70% dan Prabwo-Sandi 34,30%. Adapun pemilih muslim di ormas Islam lain dengan base line 7,30% juga memilih Jokowi-Amin dengan perolehan 75,00% dan Prabowo-Sandi 25,00%.
"Jumlah masyarakat yang mengaku sebagai NU, Muhammadiyah, dan ormas lainnya meningkat 5% hingga 20%. Keadaan ini memperlihatkan bahwa politik identitas Islam berdampak pada asosiasi organisasi keagamaan muslim Indonesia," terang dia.
Pada satu sisi agama sebetulnya mampu mendorong partisipasi politik. Hasil survei Indodata menyebutkan sekitar 99% masyarakat menyatakan siap dan ingin memilih pada Pemilu 2019. Artinya, pada saat yang sama agama juga mampu mendorong perilaku pemilih politik yang terbuka.
"Tapi pada saat lain ada kekhwatiran ketika agama menjadi komoditas politik maka agama mampu menjadi potensi laten untuk memecah belah, disintegrasi, yang kemudian ini berdampak sangat masif dan merugikan bagi perkembangan Indonesia di masa yang akan datang," tandasnya. (OL-1)
KPK menetapkan Hasto Kristiyanto sebagai tersangka suap terkait buronan Harun Masiku. Hasto disebut aktif mengupayakan Harun memenangkan kursi anggota DPR pada Pemilu 2019.
Bagi Mahfud, batalnya memakai kemeja putih tersebut lima tahun lalu menyimpan pesan tersendiri.
KPID Sulawesi Selatan mengaku belum bisa menindak caleg dan parpol yang mulai mencuri start pada Pemilu 2024.
PENDUKUNG Joko Widodo pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 kini berbalik mendukung calon presiden (capres) Prabowo Subianto jelang Pilpres 2024.
Beberapa upaya dari KPU untuk mencegah terjadinya kembali korban jiwa dari petugas KPPS.
"Mas Ganjar kan enggak nyapres, enggak nyapres beliau," kata Immanuel di Jakarta, Minggu.
PRESIDEN Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas atau ratas di Kertanegara, Jakarta, Jumat (27/2) dengan menteri Kabinet Merah Putih setelah melakukan kunjungan luar negeri ke AS
Seskab Teddy Indra Wijaya mengumumkan kenaikan insentif guru honorer menjadi Rp400 ribu dan tunjangan non-ASN Rp2 juta di era Prabowo. Cek detailnya.
Dubes Rusia Sergei Tolchenov hormati keputusan Presiden Prabowo gabung Board of Peace (BoP) Gaza, namun ungkap alasan Rusia tak ikut serta. Cek faktanya.
Selama ini, hubungan Indonesia dan Uni Emirat Arab memang berkembang pesat, terutama pada sektor energi, infrastruktur, dan proyek-proyek pengembangan ekonomi baru.
Dalam kunjungan kerjanya ke Uni Emirat Arab, Prabowo bertemu langsung dengan Presiden Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan di Istana Qasr Al Bahr, Kamis (26/2).
Setibanya di Bandara Presidential Flight pukul 18.00 waktu setempat, kehadiran Presiden langsung disambut hangat oleh perwakilan warga Indonesia yang bermukim di sana.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved