Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

KPU Punya Prosedur, KPU Tidak Curang

M. Ilham Ramadhan Avisena
08/4/2019 16:25
KPU Punya Prosedur, KPU Tidak Curang
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arif Budiman menunjukkan lima surat suara yang akan digunakan dalam simulasi pemungutan suara di gedung KP( MI/Susanto)

KETUA Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arif Budiman tanggapi pernyataan pihak yang menilai KPU berbuat curang dalam Pemilu 2019 nanti.

"KPU nggak curang, KPU punya prosedur, punya mekanisme, yang sebenarnya tidak memungkin orang melakukan kecurangan, semua dikontrol, mulai dari level TPS itu dibuka," ujar Arif di Geudung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Senin (8/4).

Arif menuturkan, adanya video yang menyebutkan KPU telah mengatur server untuk memenangkan salah satu kandidat Pilpres 2019 sangat mengganggu. Namun, ia menyatakan telah mendapatkan informasi penahanan dari kepolisian menyoal hal itu.

"Hari ini ini saya mendapat konfirmasi dari kepolisian, ada yang sudah ditangkap, yang menyebarkan hoax bahwa KPU melalukan kecurangan, mensetting servernya untuk paslon tertentu," tambah Arif.

 

Baca juga: Polisi Tangkap Kreator dan Buzzer Hoaks Server KPU Disetting

 

Menurutnya, hingga saat ini KPU tidak pernah mengalami kebocoran data karena semua perhitungan masih dilakukan secara manual berdasarkan ketetapan UU. Penggunaan teknologi dalam perhitungan hanya untuk menunjang kebutuhan informasi hitung cepat.

"Server, penggunaan teknologi informasi, itu untuk membantu banyak pihak mendapatkan informasi yang lebih cepat, membantu semua pihak untuk ikut mengontrol, membantu juga bagi KPU untuk mengontrol pasukannya di provinsi, kabupaten kota, sampai juga di TPS," jelasnya.

Menurutnya, dengan penggunaan teknologi pula masyarakat dapat ikut mengawasi proses Pemilu. Menurutnya, itu juga merupakan bentuk transparansi kepada masyarakat.

"Kalau anda nakal, semua orang tau lho yah, sudah dipublikasikan oleh KPU, transparansi bagian dari cara untuk mendorong pemilih yang jujur. Nggak ada yang bisa nakal sebab semua orang bisa lihat," tandas Arif. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya