Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Soal Peretasan, TKN: Kubu Prabowo Panik dan Mengada-ada

Mediaindonesia.com
07/4/2019 08:41
Soal Peretasan, TKN: Kubu Prabowo Panik dan Mengada-ada
Wakil Direktur TKN Lukman Edy memberikan keterangan kepada wartawan di Posko Cemara, Jakarta, Kamis(6/12).(MI/Ramdani)

UPAYA untuk menggiring opini pelaksanaan pemilihan presiden kali ini akan penuh kecurangan hingga menyebabkan paslon kubu 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno kalah, terus masif digaungkan.

Mulai dari isu penggelembungan suara, penyebaran hasil survei abal-abal bahwa elektabilitas Prabowo mengungguli Jokowi hingga memproduksi hoaks terkait netralitas KPU dengan mengatakan adanya server KPU yang sudah diatur memenangkan Jokowi.

Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi Ma'ruf Amin, Lukman Edy, mengatakan adanya hoaks yang menyerang KPU menjadi bukti kubu Prabowo-Sandiaga sebenarnya panik.

"Mereka sengaja mengada-ada bahwa pihaknya hanya kalah jika dicurangi. Padahal, tanpa dicurangi pun mungkin mereka sudah kalah. Sehingga terciptalah konstruksi kecurangan atau dicurangi yang sengaja dibuat buat oleh mereka," kata Lukman Edy di Jakarta, Minggu (7/4).

Baca juga: Soal Peretasan, TKN : Menuduh Tanpa Bukti Itu Mematikan Demokrasi

Hal ini, lanjut Lukman Edy, telah terbaca oleh masyarakat. Sehingga anggota masyarakat tidak percaya dan tidak setuju terhadap narasi yang dikembangkan paslon 02.

"Tambahan lagi berbagai pihak telah melaporkan hoaks yang di produksi kubu paslon 02. Terakhir Polisi juga tengah memproses hoaks server KPU ini," ujar politikus PKB itu.

Ketimbang terus melontarkan hoaks, Lukman berharap kubu paslon 02 mempersiapkan para pendukung Prabowo-Sandiaga menerima kekalahan mereka pada pilpres 17 April mendatang.

"Tidak perlu mendorong-dorong people power atau mengerahkan emak-emak untuk menjaga TPS. Lebih baik beri penyadaran bahwa pilpres adalah ajang 5 tahunan dan perjuangan bisa dilanjutkan dengan mengawal kubu yang menang agar memerintah dengan baik," tandasnya.(RO/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya