Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Jokowi-Amin Ingin Menang tanpa Bikin Gaduh

Akmal Fauzi
05/4/2019 07:10
Jokowi-Amin Ingin Menang tanpa Bikin Gaduh
Cawapres nomor urut 01 Ma’ruf Amin(MI/ SUSANTO)

CALON wakil presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin, menegaskan tekad pihaknya untuk memenangi kontestasi Pilpres 2019 dengan cara yang bersih. Dia menyerukan dihentikannya upaya-upaya provokasi serta penyebaran kabar bohong, ujaran kebencian, dan fitnah agar pemilu berlangsung damai.

"Kita ingin menang, tetapi tidak boleh buat gaduh. Kita tetap jaga kesatuan, persaudaraan kita sebangsa dan se-Tanah Air," seru Kiai Ma'ruf saat berkampanye di Lapangan Cihuni, Garut, Jawa Barat, kemarin.

Dia meminta pendukung pasangan nomor urut 01 berkomitmen menjaga pemilu damai dan tidak mudah terprovokasi.

Di hadapan massa, Ma'ruf mengatakan dirinya masih memiliki darah Sunda. "Saya memiliki darah Sunda dari Sumedang. Kalau diurutkan silsilahnya dari Prabu Siliwangi. Berarti saya mewakili orang Sunda. Mau dukung saya apa tidak? Janji? Pasti? Jadi, kalau orang Sunda tidak pilih orang Sunda, kabina-bina sia (keterlaluan). Orang Sunda kudu ngahiji di nomor hiji (orang Sunda harus bersatu di nomor satu)."

Dia meminta dan juga yakin warga Garut dapat memenangkan Jokowi-Amin setidaknya dengan perolehan suara 70%.

Dalam kampanyenya, kemarin, Jokowi juga terus membangkitkan semangat para pendukung. Di Banyumas, Jawa Tengah, misalnya, dia optimistis kemenangan akan didapat dengan lebih meyakinkan.

"Saya sangat senang, sangat berbahagia sekali, bisa hadir di Banyumas. Perlu saya ingatkan, tahun 2014, Jokowi-JK di Banyumas menang 64%. Tahun 2019, kita ingin menang 80%. Nanti tanggal 17 (April) sore saya telepon ke Banyumas," ujarnya disambut gegap gempita ribuan warga yang memadati GOR Satria.

Di Tegal, capres petahana itu juga melontarkan keyakinannya bisa meraih suara 75%. Dia mengapreasiasi puluhan ribu warga yang tetap bertahan di area kampanye di Lapangan Dukuh Salam meski hujan mengguyur.

Semakin kalap

Secara terpisah, juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Amin, Ace Hasan Syadzily, menilai pendukung pasangan calon nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, semakin kalap dengan menyebar hoaks dan provokasi jelang pencoblosan. Hal itu kian menunjukkan mereka memang tidak siap kalah.

"Pertama, beredar arahan strategis dari Direktorat Eksekutif BPN (Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi) yang mengklaim sudah menang dan hanya kalah dengan kecurangan. Arahan strategis ini digunakan untuk bangun framing 02 kalah dengan kecurangan,'' kata Ace.

Dari pernyataan itu, jelasnya, muncul upaya untuk mengangkat cerita seolah-olah ada kecurangan yang dilakukan 01 seperti tidak netralnya aparat, politik uang dengan tanda jempol, sampai dengan pemilih siluman. Konstruksi akhirnya ialah 02 kalah dengan kecurangan.

Untuk memperkuat plot cerita, Ace menambahkan, disemburkanlah fitnah yang menyebutkan kampanye 02 dirintangi. Salah satu contohnya yakni fitnah bahwa pesawat Prabowo dihalang-halangi jet tempur TNI-AU.

"Ini bagian dari skenario besar yang sedang dirancang jelang dan pasca 17 April. Kubu 02 telah berbicara tentang upaya menegasi peran Mahkamah Konstitusi dan mengangkat people power. Semua rakyat harus tahu skenario besar kubu 02 ini," tambah politisi Partai Golkar tersebut.

Sementara itu, juru bicara BPN Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahean, menekankan perlunya semua pihak untuk menghentikan segala bentuk provokasi. "Yang jelas potensi konflik itu ada, terlebih polarisasi makin tajam sejak 2014. Hentikan narasi yang menyerang pribadi karena ini yang paling mudah menyulut sisi emosional masyarakat.''

Ferdinand pun menekankan komitmen Prabowo-Sandi untuk memenangi piplres dengan cara yang damai. Dia meminta seluruh relawan dan pendukung tidak mudah terprovokasi, terlebih yang secara langsung menyerang Prabowo. (Pol/Faj/Ins/X-8)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya