Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI Pemilihan Umum (KPU) mengundang berbagai pihak untuk mengikuti kegiatan Election Visit Program (EVP) 2019. Kegiatan tersebut untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan mengenai kepemiluan dengan tamu undangan dari berbagai negara dan lembaga terkait.
"Total keseluruhan peserta yang sudah konfirmasi ialah 189 peserta," ujar Komisioner KPU Hasyim Asy'ari melalui pesan singkatnya, Jakarta, Rabu (3/4).
Pihaknya merinci 189 peserta tersebut dengan tujuh kategori undangan. Yang pertama dari Election Management Body (EMB), KPU mengundang 33 negara. Yang konfirmasi hadir ada 30 orang, yakni dari 10 negara. Terdiri dari Myanmar, Malaysia, Timor Leste, Srilanka, Bhutan, Nepal, Uzbekistan, Pakistan, Rusia, dan Bangladesh.
Lalu untuk kategori undangan KPU untuk kedutaan besar ialah sebanyak 39 negara, dengan ketentuan yang hadir ialah 82 orang dari 22 negara. Kemudian untuk undangan Perguruan Tinggi Negara, KPU mengundang 18 PTN dengan konfirmasi kehadiran 6 orang dari 6 PTN.
Baca juga: KPK Gandeng KPU Tanggulangi LHKPN
Kemudian undangan untuk NGO luar negeri, yang akan datang sebanyak 52 orang dari 8 lembaga. Lalu NGO dalam negeri ada 10 orang yang hadir dari 6 lembaga.
Terakhir, KPU mengundang 10 media massa nasional, yang konfirmasi datang ada 3 media. Untuk undangan kepada kementrian/lembaga, dari 32 ada 6 orang yang datang dari 6 lembaga.
Kegiatan EVP berupa seminar berisi penjelasan sistem dan masalah-masalah penting dalam pemilu Indonesia. Lalu, ada pemantauan ke TPS-TPS serta masukan dari lembaga-lembaga itu tentang hasil pemantauan TPS.
"Rencana TPS yg dikunjungi di seputar Jakarta saja. Peserta EVP mengikuti program yang sudah disiapkan KPU," tandas Hasyim. (OL-2)
KPK menetapkan Hasto Kristiyanto sebagai tersangka suap terkait buronan Harun Masiku. Hasto disebut aktif mengupayakan Harun memenangkan kursi anggota DPR pada Pemilu 2019.
Bagi Mahfud, batalnya memakai kemeja putih tersebut lima tahun lalu menyimpan pesan tersendiri.
KPID Sulawesi Selatan mengaku belum bisa menindak caleg dan parpol yang mulai mencuri start pada Pemilu 2024.
PENDUKUNG Joko Widodo pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 kini berbalik mendukung calon presiden (capres) Prabowo Subianto jelang Pilpres 2024.
Beberapa upaya dari KPU untuk mencegah terjadinya kembali korban jiwa dari petugas KPPS.
"Mas Ganjar kan enggak nyapres, enggak nyapres beliau," kata Immanuel di Jakarta, Minggu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved