Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
LINGKARAN Survei Indonesia (LSI) merilis survei elektabilitas capres per 26 Maret. Hasilnya, dengan membagi angka golput secara proporsional, Jokowi-Ma'ruf unggul dengan rentang elektabilitas sebesar 56,8%-63,2%. Sedangkan Prabowo-Sandi elektabilitasnya pada rentang 36,8%-43,2%.
"Pilpres kurang dari 20 hari lagi. Dengan tampilan elektabilitas memperhitungkan angka golput dan margin of error, Jokowi-Ma'ruf menang dua digit," kata peneliti LSI, Ardian Sopa ketika konferensi pers di Graha Dua Rajawali, LSI, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (2/4).
Ardian mengatakan pada survei kali ini pihaknya menggunakan rentang suara, lantaran telah membagi angka golput secara proporsional ke kedua kubu dan menghitung plus minus margin of error.
Selain itu, dengan pertimbangan pilpres digelar ketika survei dan menggunakan simulasi kertas suara, maka menghilangkan angka golput karena pemilih telah menentukan pilihannya.
Baca juga: Relawan Jangan Terlena Hasil Survei
"Range ini juga untuk melihat potensi pemilih yang awalnya golput itu seperti apa. Juga lebih memberikan gambaran yang lebih utuh posisi yang sekarang, dibanding menggunakan single number seperti biasanya," kata Ardian.
Maka dari itu, Ardian mengatakan perlu menjadi catatan bahwa persentase bisa bergeser jika kemudian angka golput terjadi secara nonproporsional, yakni ketika mayoritas berada di salah satu kubu. Ini akan menjadi kerugian bagi kandidat lantaran dukungannya tidak berujung di surat suara di TPS.
"Kalau nonproporsional adalah terjadi golput di salah satu kandidat itu lebih banyak tidak datang ke TPS, sehingga tidak menjadi suara, padahal itungan nantinya adalah suara," kata Ardian.
Maka dari itu, Ardian mengatakan kedua kubu perlu mencermati dinamika golput, lantaran sangat berpengaruh terhadap elektabilitas.
"Ini bagaimana timses melihat satu suara. Bagaimana satu suara sangat berharga. Jangan sampai sudah merasa menang dan kemudian tidak datang ke TPS untuk ambil bagian," kata Ardian.
Seperti diketahui, LSI melakukan survei dari 18 hingga 26 Maret 2019 dengan menggunakan 1200 responden. Survei dilakukan di 34 provinsi di Indonesia dengan metode multistage random sampling dan wawancara tatap muka dengan menggunakan kinesioner. (OL-7)
Profil Immanuel Ebenezer, dari relawan Jokowi hingga Wakil Menteri Ketenagakerjaan, kini tersangka KPK kasus pemerasan sertifikat K3.
(KPU) berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan untuk menentukan rumah sakit milik pemerintah mana yang bakal digunakan untuk tes kesehatan calon presiden dan wakil presiden pada Pemilu 2024.
NAMA Menteri BUMN Erick Thohir terus digadang-gadang menjadi Calon Wakil Presiden (Cawapres) dari Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto. Apalagi dengan kepastian Muhaimin Iskandar
MENTERI Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menanggapi dirinya masuk sebagai usulan calon wakil presiden Prabowo Subianto pada Pemilu 2024
Indikator Politik Indonesia merilis survei terbaru tentang dinamika elektoral tokoh menjelang Pilpres 2024. mayoritas pendukung Jokowi pada Pilpres 2019 lebih mendukung Ganjar Pranowo
Ia menilai merusuhan yang menelan korban tewas hingga 10 orang itu seharusnya tak boleh terjadi.
KPK menetapkan Hasto Kristiyanto sebagai tersangka suap terkait buronan Harun Masiku. Hasto disebut aktif mengupayakan Harun memenangkan kursi anggota DPR pada Pemilu 2019.
Bagi Mahfud, batalnya memakai kemeja putih tersebut lima tahun lalu menyimpan pesan tersendiri.
KPID Sulawesi Selatan mengaku belum bisa menindak caleg dan parpol yang mulai mencuri start pada Pemilu 2024.
PENDUKUNG Joko Widodo pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 kini berbalik mendukung calon presiden (capres) Prabowo Subianto jelang Pilpres 2024.
Beberapa upaya dari KPU untuk mencegah terjadinya kembali korban jiwa dari petugas KPPS.
"Mas Ganjar kan enggak nyapres, enggak nyapres beliau," kata Immanuel di Jakarta, Minggu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved