Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
TANDA kemenangan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Jokowi-Amin diyakini semakin kuat. Hal itu berdasarkan hasil survei Indo Barometer, ditemukan lima indikator yang memperkuat peluang kemenangan Jokowi-Amin.
Peneliti Indo Barometer Hadi Suprapto Rusli mengatakan kelima indikator itu didapat dari hasil survei terkait pilpres yang dilakukan pada 15-21 Maret 2019 di 34 provinsi Indonesia. Survei melibatkan 1.200 responden.
"Lima indikator itu jadi tanda kuat kemenangan Jokowi-Amin selain dari hasil survei terkait selisih perolehan suara," ujar Hadi dalam rilis hasil survei Indo Barometer di Hotel Century Park, Jakarta, Selasa (2/4).
Kelima indikator tersebut ialah, pertama mayoritas publik Indonesia puas pada kinerja Jokowi sebagai petahana. Kedua, penilaian kualitas personal Jokowi masih lebih baik dibandingkan Prabowo. Ketiga, masyarakat menyukai program tiga kartu baru yang direncanakan Jokowi-Amin. Keempat, mayoritas pemilih menganggap Jokowi lebih mewakili aspirasi umat Islam dibandingkan Prabowo-Sandiaga. Kelima, keunggulan Jokowi-Amin merata di berbagai segmen penting pemilih.
Baca juga: Prabowo Unggul di Survei New Indonesia, TKN tak akan Gugat
Dari sisi elektabilitas, pasangan Jokowi-Amin juga masih memimpin dengan selisih angka sebesar 18,8%. Elektabilitas Jokowi-Amin sebesar 50,8%. Sementara pasangan Prabowo-Sandiaga memiliki elektabilitas sebesar 32%. Sisanya, sebesar 17,2% masih merahasiakan pilihannya atau tidak menandai apapun di kertas survei yang disodorkan.
Bila dibandingkan dengan survei serupa pada bulan Februari 2019, memang ada penurunan jumlah selisih elektabilitas. Saat itu selisih antar pasangan 01 dan 02 adalah sebesar 21,3%.
"Namun dengan sisa waktu yang tersisa sekarang hanya tinggal 2 minggu rasanya sulit sekali bagi pasangan nomor urut 02 untuk bisa mengejar selisih yang masih cukup jauh," ungkapnya.
Sementara itu, terkait penilaian calon wakil presiden, diketahui bahwa elektabilitas Ma'ruf Amin juga masih lebih tinggi dibandingkan dengan Sandiaga Uno.
"Bila diproyeksikan hasil survei Maret 2019 ke 17 April 2019, pasangan Jokowi-Amin unggul dengan proyeksi angka 61,35%, sementara Prabowo-Sandiaga sebesar 38,65%," pungkasnya.(OL-5)
PRESIDEN ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengomentari uji materi Pasal 169 Undang-Undang Nomor 7/2017 tentang Pemilihan Umum atau UU Pemilu yang dilayangkan dua advokat.
Penunjukan kerabat dekat Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, dalam jajaran manajemen anak perusahaan PT Pertamina (Persero) kembali menjadi perbincangan hangat di jagat maya.
INDONESIA Corruption Watch (ICW) mengkritik dukungan untuk melakukan revisi UU KPK yang dilontarkan oleh mantan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo atau Jokowi.
Pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyebut keinginan agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali ke Undang-Undang lama dinilai tidak lebih dari gimik politik.
ANGGOTA Komisi III DPR RI Nasyirul Falah Amru menanggapi sikap Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang setuju ingin kembalikan UU Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK) versi lama.
PENGAMAT komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, menilai peluang Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka untuk maju pada Pilpres 2029 sangat kecil.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved