Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
CALON wakil presiden nomor urut 01 KH Ma'ruf Amin tuntas melakukan safari di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Selama tiga hari, Kiai Ma'ruf berkeliling di dua provinsi. Abah--sapaan akrab Kiai Ma'ruf--didampingi sang istri, Wury Estu Handayani dan anak perempuannya, Siti Mamduhah.
Di Jawa Tengah, Kiai Ma'ruf menyambangi Purworejo, Magelang, Wonosobo, dan Temanggung.
Di Yogyakarta, Abah bersilaturahmi dengan para kiai sepuh dan bertegur sapa secara langsung dengan masyarakat Bantul dan Sleman.
Dari perjalanan selama tiga hari ini, Kiai Ma'ruf optimis elektabilitas di dua provinsi itu, mencapai 70%.
"Semangat masyarakat bahkan dari massa besar, dari tokoh-tokoh berbagai komunitas, sampai malam pun juga ada. Jadi makin yakin memang target yang ingin kita capai itu Insha Allah bisa 70%," ujar Kiai Ma'ruf di Hotel Tentrem, DIY, Kamis (28/3) malam.
Baca juga: Jokowi Ajak Pendukung Putihkan TPS di Kaltim
Untuk mendongkrak elektabilitas pasangan calon presiden nomor urut 01, ucap Kiai Ma'ruf, ia akan bergandengan dengan sejumlah ulama dari Nahdlatul Ulama (NU).
Menurut Abah, para ulama NU memiliki ciri khas masing-masing. Di wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DIY, ada kiai 'nyentrik' KH. Ali Sodikhin atau Gus Ali Gondrong, yang dikenal dengan kelompok mafia sholawat.
"Di komunitas kita itu ada tokoh yang punya ciri khas sendiri-sendiri. Di berbagai daerah seperti di sini (DIY), ada Ali Gondrong. Misalnya ada lagi di beberapa daerah seperti Gus Ahmad Muwafiq. Kemudian di Karawang Habib Musthofa Al Jufri. Itu juga punya daya tarik jemaah yang besar," tutur Kiai Ma'ruf.
Kiai Ma'ruf berujar, nama-nama di atas memiliki komunitas masing-masing. Mereka memiliki ciri khas dan punya jemaah yang tidak bisa dibilang sedikit. Pembawaan mereka di tengah masyarakat juga diterima karena bertausiah, menyesuaikan kultur di daerah masing-masing.
"Jadi mereka membawa dengan cara irama yang kemudian cocok dengan kultur yang ada di masyarakat," imbuh Kiai Ma'ruf. (RO/OL-2)
Peneliti SAKSI, Herdiansyah Hamzah, menegaskan besarnya tunjangan kinerja (tukin) hakim tidak menjamin peradilan bebas dari korupsi.
KPK tetapkan lima tersangka OTT di Depok, termasuk Ketua PN Depok, terkait dugaan gratifikasi pengurusan sengketa lahan. Penahanan 20 hari pertama.
Putusan kasasi ini menjadi bentuk kepastian hukum dan perlindungan terhadap hak konstitusional tiap warga negara.
Menurut Setyawan, pengaturan tersebut membuat KY tidak lagi dapat melakukan pengawasan secara mandiri sebagaimana mandat yang diberikan undang-undang.
Setyawan menegaskan KY tidak mempersoalkan secara prinsip usulan perpanjangan usia pensiun tersebut.
510 laporan yang disampaikan langsung, 715 laporan melalui pos, 200 laporan melalui media online, 14 laporan berupa informasi, serta 1.206 laporan berupa tembusan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved