Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Jokowi Gelar Kampanye Terbuka di Balikpapan

Rudy Polycarpus
28/3/2019 10:29
Jokowi Gelar Kampanye Terbuka di Balikpapan
Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo melambaikan tangan kepada massa pendukungnya saat kampanye terbuka.(ANTARA/BAYU PRATAMA S)

CALON Presiden Joko Widodo, berkampanye di hadapan para relawan, pendukung, dan partai di Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (28/3).

Jokowi tiba pukul 09.10 Wita dan akan menyampaikan pesan agar masyarakat menjaga kerukunan.

“Di Balikpapan ada suku Banjar, Kutai, Dayak, Paser, Tidung, Jawa, dan Bugis. Berbagai suku ini telah hidup rukun dari generasi ke generasi. Ini membuktikan bahwa, walau kita semua berbeda-beda, namun kita tetap satu bangsa,” kata  Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin Erick Thohir.

Erick menekankan, Jokowi berkomitmen merawat persatuan dan kebangsaan dengan pembangunan yang merata dan berkeadilan. 

“Dahulu kita mengenal istilah Jawa-sentris, yaitu sebagian besar pembangunan hanya dilakukan di Pulau Jawa, sedangkan wilayah-wilayah lain ketinggalan. Sekarang Jokowi menggunakan paradigma Indonesia-sentris, kita membangun infrastruktur sampai ke pelosok nusantara,” ujarnya.

 

Baca juga: Jokowi Janji Bangun Kereta Api Trans-Kalimantan

 

Salah satu proyek infrastruktur yang sedang dikerjakan pemerintahan Jokowi adalah Jalan Tol Balikpapan-Samarinda. 

“Kita bersyukur, tol pertama di Kalimantan yakni rute Balikpapan-Samarinda akan beroperasi 2019 ini. Masyarakat bisa memanfaatkan untuk transportasi orang maupun logistik yang lebih efisien, dengan demikian ekonomi di Kalimantan akan meningkat,” kata Erick.

Jalan tol ini memiliki panjang 99 kilometer dan terdiri dari 5 seksi. Kemajuan pekerjaan telah mencapai 85,7% per 17 Februari.

Proyek ini dimulai pada 2010. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan dimulainya pembangunan. Namun pada 2012 proyek ini terhenti karena masalah pendanaan dan harga lahan semakin mahal. Proyek ini kemudian dilanjutkan pada November 2015. Jokowi meninjau langsung pada Maret 2016.

Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa ada pula dana desa yang nilainya cukup besar. 

“Dengan dana desa, masyarakat bisa membangun desanya secara mandiri, tidak menunggu atau menggantungkan kepada anggaran pemerintah pusat dan daerah. Inilah demokrasi pembangunan ala Jokowi, ada yang dari atas dan ada pula yang dari bawah,” tandasnya. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya