Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

TKN: Deklarasi Dukungan jadi Titik Awal Perjuangan

MICOM
26/3/2019 17:45
TKN: Deklarasi Dukungan jadi Titik Awal Perjuangan
Ketua DPP Partai NasDem Irma Chaniago.(MI/SUSANTO )

SEJUMLAH pengamat mengatakan bahwa deklarasi dukungan bagi pasangan calon nomor  urut 01 Joko Widodo-Maruf Amin yang cukup masif belum tentu berdampak pada peningkatan elektabilitas Jokowi-Amin. Mereka mengatakan dukungan itu cenderung membuat timses paslon 01 terbuai. Menanggapi itu, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi Maruf, Irma Chaniago, mengatakan bahwa deklarasi dukungan bukanlah tujuan akhir.

"Deklarasi dukungan menjadi upaya  konsolidasi dalam menggerakkan elemen pemenangan dalam door to door campaign dalam meningkatkan elektabilitas paslon 01," kata Irma di Jakarta, Selasa (26/3).

Baca juga: Prabowo Sebut Parpol Pendukung sebagai Koalisi Paket Hemat

Fokus setelah deklarasi, lanjut Irma, adalah fokus kampanye ke lapangan, bertemu rakyat secara langsung, menjelaskan program paslon 01 dan menetralisir hoaks dan fitnah yang ada di masyarakat.

"Tidak hanya itu, hingga hari pencoblosan kami fokus untuk mengawal aspirasi masyarakat untuk datang ke TPS demi menghindari tragedi pilkada DKI 2017 dengan adanya wisata almaidah yang membuat beberapa pemilih merasa terintimidasi dan takut ke TPS," tandas politikus Nasdem itu.

Terkait penurunan elektabilitas Jokowi seperti terekam dalam survei litbang Kompas, Irma meyakini bahwa itu hanya dampak euforia sesaat dari kondisi yang di ciptakan oleh kubu paslon 02.

"Kami menilai bahwa euforia sesaat tersebut telah selesai dan "arah angin" kembali menuju paslon 01 hingga akhir masa kampanye pilpres 2019, " tegasnya.

Baca juga: TKN Jokowi-Amin Komit Tidak Libatkan Anak dalam Kampanye Terbuka

Hal itu bisa terlihat dari prediksi akhir yang dilakukan dalam survei litbang Kompas. Peneliti Litbang Kompas Toto Suryaningtyas memprediksi, tiga pekan menjelang hari-H pencoblosan, suara kedua paslon tidak jauh bergeser dari hasil survei teranyar mereka. "Prediksi kami, batas tertinggi suara kedua paslon sesuai hasil ekstrapolasi kami," ujar Toto.

Hasil ekstrapolasi atau perluasan di luar data Litbang Kompas yang tersedia, Jokowi-Ma'ruf unggul dengan angka 56,8 persen berbanding 43,2 persen dari Prabowo-Sandiaga.(RO/OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya