Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

Genjot Partisipasi Pemilih, KPU : Jangan Sia-siakan Hak Pilih

Insi Nantika Jelita
20/3/2019 17:43
Genjot Partisipasi Pemilih, KPU : Jangan Sia-siakan Hak Pilih
(ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

KOMISI Pemilihan Umum terus berupaya untuk bisa memenuhi target partisipasi pemilih pada Pemilu 2019 sebesar 77,5%. Ketua KPU Arief Budiman pun menegaskan, pihaknya punya tanggung jawab ujtuk meyakinkan pemilih agar mau menggunakan hak suaranya dalam Pemilu 2019.

Arief menegaskan, menggunakan hak pilih sangat penting karena Pemilu 2019 berkaitan dengan nasib bangsa dan negara dalam beberapa tahun ke depan.

"Jangan sia-siakan kesempatan yang anda miliki. KPU melakukan sosialisasi di banyak tempat dengan berbagai macam strategi agar pemilih tidak golput," terangnya di Kompleks Kementerian Koordinaor Politik, Hukum, dan Keamanan, Jakarta, Rabu (20/3).

Komisioner KPU Ilham Saputra menjelaskan, pihaknya secara terus-menerus melakukan sosialisasi kepada masyharakat agar berbondong-bondong mendatangai tempat pemungutan suara (TPS) pada 17 April mendatang untuk menggunakan hak pilihnya.

"Saat ini, kami dengan jajaran di bawah khususnya relawan demokrasi sudah melakukan sosialisasi yang masif agar pemilih datang ke TPS, memilih pemimpin yang baik, kemudian pentingnya memilih seperti apa, kita sampaikan kepada mereka," ujar Ilham.

Baca juga : Lemhanas: Generasi Muda dan Undicided Voters Jangan Golput

Sosialisasi KPU dilakukan pada 11 basis pemilih strategis, yakni: pemula, muda, perempuan, disabilitas, berkebutuhan khusus, kaum marjinal, komunitas, keagamaan, warganet, keluarga, serta relawan demokrasi.

"Selain cara itu, kami lakukan sosialisasi melalui film, melalui tatap muka. Ini dilakukan relawan demokrasi yang juga mereka datang ke kantong-kantong suara masyarakat," terangnya.

Lebih lanjut, Ilham menuturkan bahwa keberhasilan partisipasi pemilu yang tinggi harus dilakukan oleh peserta pemilu, yakni parpol dan kedua paslon. Karena sejatinya, mereka juga yang diuntungkan jika partisipasi pemilih meningkat.

"Tentu saja peserta pemilu harus melakukan kampanye yang baik, mengajak masyarakat ke TPS, bukan kemudian lakukan kampanye yang negatif karena kampanye negetif mungkin saja jadi penyebab golput itu," tandas Ilham. (OL-8)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ghani Nurcahyadi
Berita Lainnya