Headline
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Kumpulan Berita DPR RI
CALON Presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) menepis isu yang menyebut dirinya akan melarang kumandang azan dan melegalkan perkawinan sejenis.
Hal ini disampaikan Jokowi saat menemui ribuan pendukung yang berkumpul di Lapangan Karang Endah, Dusun Karang Endah, Kecamatan Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah, Jumat (8/3).
"Saya titip, jangan sampai ada fitnah-fitnah di kampung-kampung kita. Misalnya ada larangan azan, gak ada itu. Itu bohong! Katanya saya akan melegalkan kawin sejenis, tidak benar itu! Kita ini negara yang berpegang pada norma-norma, tidak mungkin itu saya izinkan," tegas Jokowi disambut tepuk tangan.
Meski deraan fitnah kepada dirinya semakin kuat menjelang pemilihan, Jokowi berpesan kepada warga serta seluruh pendukungnya untuk berdemokrasi dengan santun dan tetap menjaga kerukunan.
"Lampung ini miniaturnya Indonesia. Semua suku ada di sini. Suku Jawa, Batak, Bali, Minang, Palembang, semua ada. Marilah kita jaga persatuan kita, jaga persaudaraan kita, jaga kerukunan. Jangan sampai karena beda pilihan kita jadi gak rukun. Tapi yang ada di sini milih siapa saya rasa sudah jelas ya?" ujar Jokowi.
Baca juga: Di Lampung, Presiden Resmikan Tol Terpanjang
Pada kesempatan itu, Jokowi juga memperkenalkan tiga kartu sakti yang akan ia luncurkan, yaitu Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, Kartu Prakerja, dan Kartu Sembako Murah.
"Setelah KIP, nanti akan saya luncurkan KIP Kuliah untuk yang tidak mampu tapi ingin sekolah sampai ke perguruan tinggi. Kemudian untuk lulusan SMA/SMK ada Kartu Prakerja. Mereka akan diberikan pelatihan dan diberi insentif sebelum mendapat kerja. Dan Kartu Sembako Murah bisa dipakai membeli sembako, beras, gula dengan harga yang lebih murah. Setuju mboten?" tanya Jokowi disambut teriakan setuju oleh warga.
Gubernur Lampung Terpilih Arinal Djunaidi mewakili masyarakat Lampung menyampaikan rasa terima kasih atas kerja keras Jokowi membangun Indonesia. Ia memimpin warga mendeklarasikan diri sebagai Sekelik Jokowi. Sekelik dalam bahasa Lampung berarti saudara.
"Empat setengah tahun tidak pernah lelah bekerja membangun Indonesia agar sejajar dengan negara lain. Terima kasih atas kerja keras Bapak. Hari ini kita canangkan bahwa kita adalah Sekelik Jokowi. Sebagai saudara pasti kita akan bergabung mengupayakan kemenangan Jokowi-Amin," papar Arinal. (OL-2)
Akankah fakta baru itu akan mempercepat proses hukum yang sedang berlangsung? Ke mana pula arah penyelesaian kasus yang telah lama memicu kegaduhan dan keterbelahan publik itu?
INDONESIA Corruption Watch (ICW) mengkritik dukungan untuk melakukan revisi UU KPK yang dilontarkan oleh mantan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo atau Jokowi.
Pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyebut keinginan agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali ke Undang-Undang lama dinilai tidak lebih dari gimik politik.
PERNYATAAN Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi mengenai wacana revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi atau revisi UU KPK menuai kritik dan terkesan cuci tangan oleh ICW
ANGGOTA Komisi III DPR RI Nasyirul Falah Amru menanggapi sikap Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang setuju ingin kembalikan UU Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK) versi lama.
ANGGOTA Komisi III DPR RI Abdullah mengaku tidak sepakat dengan pernyataan Presiden Ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi soal revisi UU KPK
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved