Headline
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Kumpulan Berita DPR RI
WARGA Indonesia yang tinggal di Dallas dan Fort Worth, Negara Bagian Texas, Amerika Serikat (AS), berkumpul mengadakan deklarasi dukungan kepada pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-KH.Ma’rus Amin. Deklarasi itu diadakan di Seton Faith Farmatio Center, di daerah Plano, Texas, AS, akhir pekan lalu.
Deklarasi tersebut merupakan bentuk dukungan kepada calon pasangan nomor urut 01 dan kepedulian warga Indonesia terhadap situasi bangsa.
Koordinator acara Ronni Rusli menyebut acara deklarasi berlangsung baik dan lancar sekali pun di tengah cuaca akhir minggu itu yang disertai angin dan hujan. Jumlah warga Indonesia yang hadir kurang lebih 90 orang termasuk anak-anak dan remaja.
Acara deklarasi dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan mengheningkan cipta dan doa bersama sesuai keyakinan masing-masing.
Baca juga: TKN: Jaga Kemenangan Jokowi-Amin di Jabar
"Kemudian membacakan deklarasi dukungan sebagai bentuk kesehatian kami. Tidak lupa juga dilanjutkan dengan acara menyanyikan dua lagu kebangsaan dan ditutup dengan acara flash mob dan silaturahmi bersama," ujar Ronni.
Warga Indonesia di Dallas, Texas terlihat sangat antusias karena terbukti banyak yang datang dan berinisiatif membuat banner, photo booth, membawa snack dan minuman.
"Semua bekerja tanpa dibayar dan dengan sukarela mengadakan acara ini demi kemajuan dan kepedulian kami terhadap bangsa Indonesia. Kerja keras dan keuletan Pak Jokowi dipandang menjadi inspirasi warga Indonesia di sini untuk kembali mendukung dan memilih Pak Jokowi menjadi Presiden periode 2019-2014," jelas Ronni.
Adapun isi deklarasi warga Indonesia di Dallas adalah menyatakan mendukung Presiden Jokowi dan Calon Wakil Presiden Ma’ruf Amin sebagai Presiden dan wakil presiden periode 2019-2024.
Kedua, mendukung NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 45 yang menghormati kemajemukan suku agama dan ras dan antar golongan. Ketiga, mengimbau semua pihak untuk menjaga kedamaian dan ketertiban dalam menyampaikan pendapat agar kita dapat menentukan pilihan suara hati nurani tanpa ada tekanan dari pihak luar.
Keempat, mengajak semua warga negara Indonesia untuk menjalankan hak dan kewajiban dalam memberikan suara di pemilihan umum yang akan datang. (RO/OL-2)
Akankah fakta baru itu akan mempercepat proses hukum yang sedang berlangsung? Ke mana pula arah penyelesaian kasus yang telah lama memicu kegaduhan dan keterbelahan publik itu?
INDONESIA Corruption Watch (ICW) mengkritik dukungan untuk melakukan revisi UU KPK yang dilontarkan oleh mantan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo atau Jokowi.
Pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyebut keinginan agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali ke Undang-Undang lama dinilai tidak lebih dari gimik politik.
PERNYATAAN Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi mengenai wacana revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi atau revisi UU KPK menuai kritik dan terkesan cuci tangan oleh ICW
ANGGOTA Komisi III DPR RI Nasyirul Falah Amru menanggapi sikap Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang setuju ingin kembalikan UU Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK) versi lama.
ANGGOTA Komisi III DPR RI Abdullah mengaku tidak sepakat dengan pernyataan Presiden Ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi soal revisi UU KPK
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved