Jumat 01 Maret 2019, 23:05 WIB

AHY: Indonesia Butuh Pemerintah yang Rela Kerja Keras

AHY: Indonesia Butuh Pemerintah yang Rela Kerja Keras

Antara

 

KOMANDAN Komando Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menilai Indonesia membutuhkan kepemimpinan nasional yang kuat, visioner, dan adaptif untuk menghadapi kompleksitas tantangan global dan nasional.

"Kita mengetahui, menghadapi kompleksitas tantangan global dan nasional itu, diperlukan kepemimpinan nasional yang kuat, visioner dan adaptif. Juga pemerintahan yang responsif, efektif dan rela bekerja keras," kata AHY dalam pidato politiknya di Jakarta, Jumat (28/2) malam.

Dia menilai pemimpin yang kuat yaitu mampu mengatasi segala permasalahan bangsa, mampu membuat Indonesia semakin kuat dan maju, serta mampu memperjuangkan kepentingan nasional dalam hubungan internasional.

Pemimpin yang visioner, menurut dia, mampu melihat peluang dan mengatasi tantangan bangsa di awal abad 21 dan pemimpin yang adaptif adalah mampu menyesuaikan diri dengan zaman, tanpa kehilangan kepribadian dan jati diri bangsa.

Baca juga: AHY Gantikan Posisi Ayahnya Menjadi Ikon Partai Demokrat

AHY menjelaskan ada beberapa tantangan global ke depan antara lain dinamika hubungan antarnegara yang diwarnai kerja sama, kompetisi, dan konfrontasi. "Selain itu masalah sumber daya alam yang makin menipis, perubahan iklim, jumlah penduduk dunia yang makin besar, serta perkembangan teknologi yang sangat cepat," ujarnya.

Tantangan di tingkat nasional, menurut dia, antara lain bagaimana Indonesia dapat mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi di atas 6%, tentunya pertumbuhan ekonomi yang inklusif, merata dan berkelanjutan.  

Menurut dia, pertumbuhan ekonomi yang juga bisa menciptakan lebih banyak lapangan kerja dan sekaligus mengurangi kemiskinan.  "Artinya, kue pembangunan ekonomi yang dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat, termasuk the bottom 40, atau sekitar 100 juta saudara-saudara kita, yang terkategori miskin dan kurang mampu," katanya.
 
Tantangan utama lainnya menurut AHY adalah memaksimalkan bonus demografi dan penduduk berusia produktif karena kita tidak ingin angkatan kerja muda justru menjadi bencana, karena tidak memiliki kapasitas, produktivitas dan daya saing yang tinggi.

Dia juga mencermati kebutuhan energi dan pangan yang semakin meningkat, di bidang energi, kita harus mampu menyusun strategi untuk mencapai target Energi Baru Terbarukan (EBT) sebesar 23% pada 2025, sebagai bagian dari komitmen Indonesia dalam memenuhi Paris Agreement.

"Sementara di bidang pangan, kita harus mengurangi ketergantungan impor pangan. Kita juga harus mencari solusi atas tren penurunan lahan pertanian dan berkurangnya tenaga kerja di sektor pertanian," katanya.

Dia menilai diperlukan pengembangan teknologi dan tata kelola pertanian agar produksi dan produktivitas makin meningkat, tanpa merusak lingkungan. (A-1)

Baca Juga

MI/ Susanto

Kejagung Kembali Sita Tanah Bekas Dirut Taspen Life

👤Tri Subarkah 🕔Kamis 19 Mei 2022, 15:19 WIB
Kali ini, aset yang disita adalah tanah seluas 3.915 meter persegi di...
Biro Pers Setpres

Dukung Erick Thohir, Relawan Jokowi di Jatim Siap Gerilya di Pemilu 2024

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 19 Mei 2022, 15:13 WIB
Relawan meyakini kapasitas Erick Thohir melanjutkan kepemimpinan Presiden Joko...
MI/ Moh Irfan

MKD Hentikan Kasus Video Porno Harvey Karena Tidak ada Unsur Kesengajaan

👤Putra Ananda 🕔Kamis 19 Mei 2022, 15:04 WIB
Harvey mengaku tidak sengaja menonton video porno karena menerima pesan di ponselnya dari nomor yang tak...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya