Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
RELAWAN Millennial Jokowi-Maruf Amin (REMAJA) menggelar acara Tebar Ma’ruf sebagai bentuk sosialisasi visi-misi pasangan nomor urut 01 di kalangan pemilih muda. Selain sosialisasi, kegiatan itu juga untuk membahas strategi pemenangan serta pelepasan influencer.
Hal itu disampaikan Sekretaris Jendral REMAJA Dhika Yudhistira. Ia menjelaskan, kegiatan itu salah satunya dilakukan di kawasan Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (23/2) lalu.
“Tebar Ma’ruf ini dihadiri kaum millenial perwakilan 65 kelurahan dan 10 kecamatan se-Jakarta Timur. Tujuannya untuk menyatukan visi Indonesia maju melalui dialog visi misi, strategi, dan pembagian APK,” kata Dhika dalam keterangan tertulis, Senin (25/2).
Dhika menyampaikan, selain sosialisasi dan konsolidasi, ada juga pembagian alat peraga kampanye (APK) berupa ratusan spanduk serta ribuan stiker se-Jakarta Timur ini juga akan terus diadakan perkecamatan di kota-kota lainnya.
Acara itu juga dihadiri oleh cucu KH Ma’ruf Amin, Syaikha Aulia.
Baca juga: Ma'ruf Amin: Kita Pantas Menang Karena Punya Modal
“Kita berjuang menuju Indonesia maju, bukan untuk Indonesia menang. Indonesia maju karena kita ingin semua bersama merasakan kemajuan Indonesia ke depannya. Kalau untuk menang, kita mau menang melawan siapa? Sesama bangsa sendiri?” kata Ika, sapaan karibnya.
Direktur Penggalangan REMAJA, Adli Bahrun, menambahkan sosialisasi semacam ini akan memberikan informasi yang akurat serta edukasi kepada masyarakat, khususnya kaum millennial dalam menentukan pilihan.
“Tebar Ma’ruf adalah tebar kebaikan yang bertujuan memberikan informasi yang utuh terkait dengan prestasi pemerintah. Sekaligus menyampaikan pada millenial untuk terus menyuarakan antihoaks yang selama ini diproduksi demi menjatuhkan pemerintah. Kita melakukan tebar ma’ruf karena hoaks adalah munkar,” jelasnya.
Adli menambahkan, sebelum memilih, tentu perlu diketahui rekam jejak calon, visi misi, serta program-programnya.
“Tapi yang terpenting karena target kita kaum millenial, semua harus dikemas sesuai dengan kebutuhan para millenial,” ujarnya.
Senada dengan Adli, Dhika membenarkan REMAJA akan menyasar para pemilih millenial.
“Sebagai komitmen untuk terus menjalankan kampanye di kalangan millenial, REMAJA telah merumuskan beberapa program yang baik dan tepat untuk millenial Indonesia. Tunggu aja tanggal mainnya,” kata Dhika. (OL-2)
Safaruddin menyoroti perlunya aturan komprehensif yang mampu menjawab perbedaan beban kerja hakim di berbagai wilayah Indonesia.
Laporan pengaduan akan terus menumpuk dan berpotensi menghambat kinerja pengawasan KY.
Hingga akhir 2025 terdapat kekosongan 10 formasi hakim, masing-masing empat di kamar pidana, satu di kamar perdata, tiga di kamar TUN pajak, serta dua Hakim Adhoc HAM.
Maqdir pun mempertanyakan relevansi keterangan Liyanto, yang dinilai tidak mengetahui secara langsung tujuan pengiriman dana yang dipersoalkan dalam dakwaan.
Total ada lima kasus yang diurus, yakni sengketa lahan di Bali dan Jakarta Timur, Depok, Sumedang, Menteng, serta Samarinda.
KPK sudah menyita sejumlah aset milik Nurhadi. Barang-barang itu dipakai untuk pembuktian dan pemulihan kerugian negara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved