Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
DEWAN Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Fadli Zon, menyindir Presiden Jokowi yang melakukan sesi foto keluarga di Istana Kepresidenan. Fadli menganggap Jokowi melakukan pencitraan dengan menunjukkan foto keluarga yang harmonis.
Sikap Fadli yang terkesan nyinyir tersebut dianggap aneh dan disayangkan kubu pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin. Foto keluarga Jokowi dianggap sebagai sesuatu yang wajar dan apa adanya.
Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) mengatakan seharusnya Fadli Zon tidak perlu berkomentar mengenai hal itu. Ia heran bahwa foto keluarga saja bisa dipersoalkan tim Prabowo-Sandiaga.
"Jangan begitu dong, Fadli. Anda kan tahu bahwa keluarga Jokowi itu memang bahagia, kok. Masa Anda enggak mau menerima kebahagiaan orang lain? Kalau mereka bahagia, kok kita marah? Kok kita koreksi? Ya tanya aja diri sendiri, keluarga kita udah bahagia belum," ujar OSO.
OSO mengatakan agar Fadli bisa lebih banyak berpikiran positif akan banyak hal, termasuk soal foto keluarga Jokowi yang memang viral karena respons baik masyarakat dan tingginya keinginan wartawan untuk memberitakan tentang kebahagiaan keluarga sang capres petahana itu.
"Itu bukti bahwa Jokowi dengan keluarganya menciptakan contoh-contoh yang baik untuk keluarga-keluarga muda. Jadi, keluarga muda harus seperti dia, membina anaknya, keluarganya, mantunya," tukas OSO.
Heran
Anggota TKN Jokowi-Amin, Achmad Bai-dowi, mengaku heran dengan sikap Fadli Zon tersebut. Ia mengatakan, bila merasa tidak terima, pihak BPN sebaiknya juga melakukan hal yang sama dengan memviralkan foto keluarga calon presiden Prabowo Subianto.
"Kalau tidak terima, ya tinggal bikin juga agar bisa menarik perhatian media. Misalnya, Pak Prabowo didampingi keluarganya lalu difoto, diviralkan. Itu sah-sah saja dilakukan," ujar Baidowi.
Baidowi mengatakan Indonesia ialah negara demokrasi, berbagai hal bisa dilakukan selama tidak merugikan orang lain. Termasuk dengan berfoto keluarga dan memviralkannya di media sosial.
Baidowi mengatakan kubu Jokowi tidak akan mengambil pusing komentar-komentar Fadli Zon tentang foto keluarga Jokowi tersebut. Ia mengatakan masyarakat akan bisa menilai sendiri tentang berbagai hal, termasuk foto kebersamaan keluarga Presiden Jokowi.
"Biarlah publik tahu dan menilai sendiri terkait foto Jokowi bersama keluarganya serta foto Prabowo bersama keluarganya. Kita tahu bahwa berhasil memimpin keluarga itu menjadi modal utama untuk bisa memimpin bangsa," ujar Baidowi.
Sebelumnya, dalam deklarasi dukungan alumni Trisakti kepada pasangan Jokowi-Amin, Sabtu (9/2), di Jakarta, Jokowi juga sempat mengatakan bahwa sosok presiden harus memiliki berbagai pengalaman memimpin, termasuk memimpin keluarga. Itu mengapa Jokowi sangat mengedepankan keharmonisan keluarganya. (P-1)
Akankah fakta baru itu akan mempercepat proses hukum yang sedang berlangsung? Ke mana pula arah penyelesaian kasus yang telah lama memicu kegaduhan dan keterbelahan publik itu?
INDONESIA Corruption Watch (ICW) mengkritik dukungan untuk melakukan revisi UU KPK yang dilontarkan oleh mantan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo atau Jokowi.
Pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyebut keinginan agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali ke Undang-Undang lama dinilai tidak lebih dari gimik politik.
PERNYATAAN Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi mengenai wacana revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi atau revisi UU KPK menuai kritik dan terkesan cuci tangan oleh ICW
ANGGOTA Komisi III DPR RI Nasyirul Falah Amru menanggapi sikap Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang setuju ingin kembalikan UU Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK) versi lama.
ANGGOTA Komisi III DPR RI Abdullah mengaku tidak sepakat dengan pernyataan Presiden Ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi soal revisi UU KPK
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved