Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
PASANGAN Calon Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak menemui Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh. Pertemuan berlangsung di Kantor DPP NasDem, Jakarta, Senin (9/7).
Menggunakan batik dan kerudung oranye, Khofifah diikuti Emil tiba sekitar pukul 13.00. Keduanya nampak langsung menyalami Surya Paloh beserta para petinggi NasDem lainnya antara lain, Sekretaris Jendral NasDem Johnny G Plate, Ketua Dewan Pertimbangan Siswono Yudo Husodo, Bendahara Umum NasDem Ahmad Ali, Ketua DPP NasDem bidang Hubungan Luar Negri Martin Manurung, serta Ketua DPP NasDem bidang Pendidikan Politik dan Kebudayaan Nining Indrasaleh.
Hingga berita ini dibuat pertemuan masih berlangsung tertutup. Sebelum berkunjung ke NasDem Khofifah dan Emil telah berkunjung ke kantor DPP PPP Jalan Imam Bonjol, Jakarta.
Khofifah-Emil resmi ditetapkan sebagai pemenang Pilgub Jawa Timur. Hasil rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) menunjukkan pasangan yang diusung koalisi Partai NasDem, Golkar, Hanura, PPP, PAN, dan Demokrat itu memperoleh 10.465.218 suara atau 53,55%. Mereka mengalahkan pesaingnya, pasangan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno. Pasangan yang diusung koalisi PDI Perjuangan, PKB, PKS dan Gerindra itu memperoleh 9.076.014 suara atau 46,5%. (OL-5)
Peneliti BRIN Siti Zuhro, yang hadir dalam pertemuan tersebut, mengatakan pembahasan pilkada tidak langsung tidak hanya berkaitan dengan mahalnya biaya politik.
Pelaksanaan Pilkada langsung masih diwarnai berbagai praktik curang, termasuk politik uang.
Selama korupsi kepala daerah hanya dipandang sebagai kasus sporadis tanpa menyentuh akar permasalahan, praktik lancung ini akan terus berulang.
Dalam situasi tersebut, kemunculan partai baru justru memunculkan tanda tanya besar soal tujuan pendiriannya.
Pembaruan UU Pemilu merupakan mandat yang telah diberikan pimpinan DPR RI kepada Komisi II untuk dibahas secara mendalam.
DOSEN Departemen Politik dan Pemerintahan Fisipol UGM, Dr. Mada Sukmajati menilai, argumen Pilkada melalui DPRD atau Pilkada tidak langsung masih perlu didukung data ilmiah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved