Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
POLITIK uang pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di 171 daerah 27 Juni 28 lalu dinilai tidak begitu dominan. Hal itu dibuktikan juga dengan hasil laporan yang diterima Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI.
Koordinator Komite Pemilih Indonesia (TePI) Jerry Sumampouw mengaku, sepekan menjelang pilkada politik uang memang menjadi pembahasan yang sangat ramai diperbincangkan di tengah masyarakat. Pun demikian, faktanya tidak begitu dominan.
"Ramai dibahas tapi tidak dominan. Ini tentunya membuktikan banyak kandidat yang mulai sadar akan dampak buruk dari politik uang," terangnya saat menjadi narasumber dalam diskusi 'Membaca Hasil Pilkada 2018, Meneropong Peta Pilpres 2019' di kantor PARA Syndicate Jakarta, Jumat (29/6).
Menurut Jerry, di beberapa daerah masih ditemukan praktik politik uang, namun bisa langsung diantisipasi bahkan ditindak oleh Panwaslu setempat.
"Jadi memang politik uang tidak begitu lagi berarti di Pilkada tahun ini. Nah ini pun bisa saja terjadi juga di pileg dan pilpres mendatang," imbunya.
Senada, Pendiri Lingkar Madani Ray Rangkuti menambahkan, presentase politik uang dalam pilkada tahun ini memang tidak begitu tinggi. Itu pun hasilnya jauh berbeda dengan implikasi politik uang di pilkada sebelum-sebelumnya. "Hanya sekira 15 persen lah. Lumayan rendah," ujarnya
Implikasi yang rendah tersebut dinilainya karena perilaku pemilih yang makin rasional dalam memilih pasangan calon yang bertarung di pilkada.
"Makin ke sini makin rendah pengaruhnya. Masyarakat sekarang kan semakin cerdas. Hanya memilih kandidat yang menurut mereka punya track record yang baik dalam memimpin daerah," ungkapnya.
Selain itu, politik uang yang tidak begitu dominan karena hadirnya figur yang memiliki elektabilitas tinggi di pilkada tahun ini. "Itu juga salah satu pengaruh. Jadi semakin populer, elektabilitasnya tinggi figur itu yang dipilih masyarakat. Inilah terjadi di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur," jelas Ray. (OL-5)
Selama korupsi kepala daerah hanya dipandang sebagai kasus sporadis tanpa menyentuh akar permasalahan, praktik lancung ini akan terus berulang.
Dalam situasi tersebut, kemunculan partai baru justru memunculkan tanda tanya besar soal tujuan pendiriannya.
Pembaruan UU Pemilu merupakan mandat yang telah diberikan pimpinan DPR RI kepada Komisi II untuk dibahas secara mendalam.
DOSEN Departemen Politik dan Pemerintahan Fisipol UGM, Dr. Mada Sukmajati menilai, argumen Pilkada melalui DPRD atau Pilkada tidak langsung masih perlu didukung data ilmiah.
WAKIL Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menegaskan bahwa DPR RI bersama Pemerintah telah sepakat tidak melakukan revisi UU Pilkada
WAKIL Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad mengatakan penerapan pemungutan suara elektronik atau e-voting dalam pelaksanaan pilkada dapat menghemat anggaran secara signifikan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved