Headline
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kumpulan Berita DPR RI
CALON gubernur nomor urut 2 di pemilihan gubernur Jawa Tengah, Sudirman Said menemui Ketua MPR RI yang juga sekaligus Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan di ruang kerjanya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (29/6).
Dalam pertemuan yang berlangsung secara tertutup itu, Sudirman memaparkan hasil perolehan suara yang ia dapat dari hitung cepat Pilgub Jateng.
Untuk diketahui, pasangan Sudirman Said-Ida Fauziyah didukung PAN, Partai Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Berdasarkan hasil hitung cepat Indobarometer, Sudirman Said-Ida Fauziyah kalah dari Ganjar Pranowo-Taj Yasin. Pasangan Ganjar-Taj Yasin meraih 56,74% suara. Sementara Sudirman Said-Ida Fauziyah mendapat 43,26% suara.
"Hanya silaturahmi sekaligus laporan terkait perkembangan Pilgub Jateng. Skor sementara dari quick count kita memperoleh 43 (persen) lah. Harus diakui ini benar-benar mengejutkan dan patut kita syukuri tentunya. Banyak kejutan ya," ujar Sudirman.
Selain melaporkan hasil hitung cepat, mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini juga sempat bercerita tentang beberapa kejadian saat pemungutan suara pilkada berlangsung. Salah satunya soal dugaan kecurangan dan intimidasi yang dialami oleh tim suksesnya.
Sudirman mengatakan, tim suksesnya yang membawa uang ratusan juta rupiah dari Jakarta menuju Semarang untuk kepentingan konsumsi saksi pilkada dihadang oleh 5 orang di jalan. Orang tersebut, kata dia, sempat menodongkan senjata ke arah pengemudi yang merupakan sopir pribadinya.
"Ada survei yang men-downgrade kita terus. Ada juga beberapa kecurangan yang tertangani. Tim saya dituduh sebagai pengedar narkoba dan uang yang dibawa dituduh hasil transaksi narkoba. Itu berdampak pada keterlambatan. Jadi saya kira, kalau Pilkada ini lebih fair, saya yakin bisa lebih baik dan kita bisa unggul," paparnya.
Menanggapi hal tersebut, Zulkifli menyarankan agar dugaan kecurangan yang dialami Sudirman diungkap dan dilaporkan kepada aparat agar hal serupa tidak terjadi kepada calon kepala daerah lainnya.
“Kalau ada yang tidak beres dalam pilkada, tolong dikoreksi, disampaikan agar hal seperti itu tidak terulang lagi. Ke depan kita siap rapatkan barisan. Masih ada satu pekerjaan yang lebih berat dan besar lagi,” ujar Zul.
Meskipun kalah dari hasil hitung cepat, Zul mengapresiasi kerja keras Sudirman Said-Ida Fauziyah yang berhasil meraih suara sebesar 43 persen di Pilgub Jateng. Menurutnya, dengan hasil 43 persen menjadi catatan bahwa Jawa Tengah bukan lagi basis mayoritas Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) lagi.
"Idealnya memang kita the winner. Tapi 43% itu sesuatu yang luar biasa. Orang-orang terkejut dan itu memberikan pesan yang kuat kepada pemerintah dan penyelenggara. Padahal, Sudirman Said bukan ketum parpol, bukan aktivis, tidak punya uang banyak. Baru bekerja 3 bulan. Bayangkan PDIP sudah berjuang 30 tahun, Jawa Tengah itu basisnya PDIP dan Ganjar sudah bekerja hampir 6 tahun. Menang 43% itu luar biasa," pungkasnya. (OL-3)
Direktur IPR, Iwan Setiawan, menyebutkan alokasi anggaran umum untuk Pilkada langsung tahun 2024 saja mencapai Rp38,2 triliun.
Kemendagri mendorong evaluasi rekrutmen politik dan sistem pilkada untuk menekan korupsi kepala daerah yang terus berulang meski pengawasan diperketat.
Pengamat politik Citra Institute Yusak Farchan menilai tingginya biaya politik dalam pilkada menjadi persoalan serius dalam demokrasi Indonesia.
Pilkada tak langsungĀ bertentangan dengan semangat demokrasi lokal dan tidak menyelesaikan persoalan biaya politik tinggi.
Kepala Pusat Riset BRIN Mardyanto Wahyu Tryatmoko menilai wacana pilkada tidak langsung lewat DPRD tidak menjamin hilangnya politik uang dan justru berpotensi lebih mahal.
SISTEM pemilihan kepala daerah (pilkada) langsung yang telah berjalan dua dekade dinilai gagal mewujudkan demokrasi substansial.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved