Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Jawa Tengah Tetap Kandang Banteng

AS/HT/LD/Ant/P-3
28/6/2018 08:25
Jawa Tengah Tetap Kandang Banteng
(Kandidat Petahana Ganjar Pranowo -- ANTARA)

PASANGAN calon gubernur nomor urut 1 Ganjar Pranowo dan Taj Yasin Maimoen menjadi pemenang hasil penghitungan cepat Pilgub Jawa Tengah 2018 yang dirilis sejumlah lembaga survei. Perolehan suara Ganjar kali ini bahkan melampaui Pilgub Jawa Tengah 2013.

Lima tahun silam, Ganjar yang berpasangan dengan Heru Sudjatmoko menang dengan angka 48,82%. Kali ini kandidat petahana menang dengan angka 58,58% berdasarkan penghitungan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Ia mengalahkan Sudirman-Ida yang meraih angka 41, 42%.

Ditemui di kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah, Ganjar masih menunggu hasil penghitungan resmi atau real count versi KPU sebagai penyelenggara pemilihan suara. Ia belum mau menganggap hasil lembaga survei sebagai kemenangan.

"Kami tidak mengklaim-klaim dulu deh agar semua kondusif. Kecuali nanti pihak Pak Dirman dan Mbak Ida juga sudah menyampaikan itu. Mudah-mudahan angka ini tidak berubah terlalu banyak sehingga menjadi prediksi kemenangan," ujar kader PDIP tersebut.

Ganjar kemudian mengungkapkan keinginannya bertemu dengan kubu lawan. "Mau bilang berterima kasih sudah bekerja sama bareng-bareng. Komunikasi sementara belum ada. Saya mau ketemu keluarga dulu ini. Durhaka nanti kalau tidak ditemui," cetus Ganjar.

Sekalipun Ganjar menang, anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra Andre Rosiade justru menilai perolehan suara Sudirman-Ida tidak mencerminkan kegarangan Jawa Tengah sebagai markas PDIP.

"Ini menunjukkan 2019 Prabowo Subianto jadi presiden sudah kelihatan tanda-tandanya," ucap Andre kepada wartawan.

Gerindra dan PKS mengusung Sudirman Said di Jawa Tengah karena terinspirasi Pilgub DKI Jakarta 2017. Kala itu Anies Baswedan yang bukan kader partai politik mengalahkan kandidat petahana Basuki Tjahaja Purnama.

Mantan menteri ESDM itu kemudian dipasangkan dengan kader PKB Ida Fauziyah. Namun, keinginan Gerindra-PKS untuk mengulang sukses di Jakarta gagal terulang. Tidak hanya itu, perolehan suara Ganjar justru melonjak ketimbang 2013.

Pengamat politik Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo Agus Riewanto menyatakan hasil Pilkada Provinsi Jawa Tengah 2018 mampu memengaruhi kondisi Pemilihan Presiden 2019.

"Khusus di Provinsi Jawa Tengah besar sekali komposisi pemilihnya, mencapai sekitar 27 juta pemilih. Kalau secara nasional memang yang menjadi basis PDIP adalah Jawa Tengah," katanya di Solo.

Ia mengatakan kunci kemenangan di Jawa Tengah ialah mereka yang mampu membaca kepentingan publik lokal. (AS/HT/LD/Ant/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya