Rabu 27 Juni 2018, 23:06 WIB

Kemenangan Pasangan Rindu, Tumbangnya PKS di Jabar

Budi Mulia | Politik dan Hukum
Kemenangan Pasangan Rindu, Tumbangnya PKS di Jabar

ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

 

KEMENANGAN pasangan calon gubernur-wakil gubernur Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (RINDU) pada Pilkada Jawa Barat (Jabar) 2018 mengubah konstelasi politik di Jabar yang selama 10 tahun terakhir. PKS yang selama ini dianggap paling kuat di Jabar gagal memenangi kontestasi pilkada.

Pengamat politik dari Universitas Jemderal Ahmad Yani Wawan Gunawan mengatakan PKS yang mengantarkan Ahmad Heryawan menjadi Gubernur Jawa Barat dua periode tidak lagi menunjukkan kekuatan pada pilkada kali ini.

Dia menilai kondisi tersebut menggambarkan adanya kesadaran masyarakat Jawa Barat terutama di kalangan umat Islam bahwa PKS tidak lebih dari partai yang membungkus dirinya dengan jubah Islam.

"Ummat Islam di jabar mayoritas ahli sunah waljamaah yang sempat terpukau oleh janji manis PKS tapi setelah Ketum DPP PKS terjerat kasus korupsi dan ditahan dan tidak sedikit kader PKS yang juga terjerat kasus korupsi, maka ada semacam kesdaran dari ummat Islam di Jabar bahwa PKS juga tetap saja partai yang hanya membungkus dirinya dengan jubah Islam," papar pria yang akrab disapa Wagoen itu.

Dia mengatakan, PKS tumbang di Jabar dalam konteks pemilihan gubernur karena memang pasangan calon yang diusungnya kini "berjarak" dengan budaya Islam warga Jabar yang moderat.

Tumbangnya rezim PKS di Jabar, menurut Wagoen, juga akan berpengaruh terhadap pilpres 2019 yang akan datang. Kendati tidak ada korelasi langsung, namun waktu dua pemilihan yang sangat berdekatan akan membuat kondisi ini berpengaruh ke 2019. Namun demikian Wagoen belum dapat memastikan seberapa besar pengaruh tersebut.

"Ada dua skenario kemungkinannya, pertama SPP PKS dan Gerindra akan mengubah strateginya setelah kekalahan di Pilgub Jabar. Kedua, mungkin PKS dan Gerindra akan semakin 'kagok borontok kapalang belang' menjadi semakin kencang keras jadi oposisi dan bertempur habis-habisan memenangkan pilpres 2019."

Bagaimana pun, partai-partai diprediksi akan menjadikan momentum pilkada ini untuk mengevaluasi dan menata ulang strategi untuk 2019. "Semua masih bisa berubah, tergantung konstelasi yang terbangun hasil pilkada hari ini, terutama di daerah-daerah kantung suara gemuk, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur." tutupnya

Baca Juga

Dok. Universitas Jember

BPIP: Nilai Luhur Pancasila Harus Diwariskan ke Generasi Muda

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 01 Juli 2022, 21:34 WIB
Ia juga mengingatkan kepada pemuda, bahwa di era digitalisasi saat ini, tidak menutup kemungkinan ada yang ingin mengganti ideologi...
Antara/Akbar Nugroho Gumay

Mentan SYL Sampaikan Duka Mendalam Atas Kepergian Tjahyo Kumolo

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 01 Juli 2022, 21:22 WIB
Bagi SYL, Tjahyo adalah orang baik sekaligus contoh aparat negara yang selama ini menjadi pengayom bagi seluruh...
ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

MPR Berharap Kembalikan Marwah Menjadi Lembaga Tertinggi Negara

👤Sri Utami 🕔Jumat 01 Juli 2022, 20:34 WIB
Surya Paloh juga menekankan agar menjelang Pilpres 2024, MPR bisa membuat konvensi berupa gebrakan mengundang semua calon presiden yang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya