Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Dugaan Praktik Politik Uang Masih Terjadi

Liliek Dharmawan
27/6/2018 17:45
Dugaan Praktik Politik Uang Masih Terjadi
(Ilustrasi)

ADA sejumlah kejadian menonjol dalam Pilkada di wilayah Jawa Tengah (Jateng) baik pemilihan gubernur (Pilgub) maupun pemilihan bupati (Pilbup). Salah satunya adalah dugaan praktik politik uang terjadi di Kabupaten Temanggung yang terkait dengan pemilihan bupati.

"Salah satu kejadian menonjol yang terjadi di Jateng adalah dugaan praktik politik uang dalam pemilihan bupati (Pilbup) di 10 lokasi. Dugaan tersebut telah ditangani oleh Panwas Temanggung. Peristiwa terjadi semalam (Selasa malam)," kata Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono saat pemantauan pilkada bersama Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Wuryanto di Banyumas, Rabu (27/6).

Selain dugaan praktik politik uang, kata Kapolda, juga ada kejadian warga yang meninggal di tempat pemungutan suara (TPS) di Kota Tegal. 

"Warga tersebut meninggal karena sakit. Usianya sudah tua sekitar 73 tahun," ujarnya.

Pada bagian lain, Kapolda juga mengatakan bahwa pihaknya memantau coblosan yang berlangsung di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kedungpane, misalnya, ada 822 napi yang mendapatkan hak untuk mencoblos. 

"Dari jumlah tersebut ada satu orang napi terorisme yang menyalurkan hak pilihnya. Di Lapas Kedungpane, disiapkan tiga TPS sebagai tempat mencoblos para napi," kata Kapolda.

Sementara di Polres Banyumas, petugas KPPS dari TPS 06 Kelurahan Purwanegara, Kecamatan Purwokerto Utara mendatangi Ruang Tahanan Polres Banyumas untuk melayani tiga tahanan. 

"Ada tiga tahanan yang kami layani untuk menyalurkan hak pilihnya," kata Ketua KPPS TPS 06 Riyadi.

Menurutnya, selain melayani tahanan di Polres, pihaknya juga 'jemput bola' melayani warga yang sakit di rumah. 

"Kami juga akan mendatangi  tiga warga yang mengalami sakit agar dalam menyalurkan hak pilihnya," tambahnya. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya