Headline
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kumpulan Berita DPR RI
RIBUAN surat suara untuk pemilihan bupati dan wakil bupati di Desa Danamulya, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon hilang. Proses pencoblosan tetap dilaksanakan dengan menggunakan surat suara untuk Pemungutan Suara Ulang (PSU).
Wakil Bupati Cirebon, Selly A Gantina, menjelaskan jika hari ini, Rabu (27/6) pemungutan suara di 6 TPS yang ada di Desa Danamulya tetap dilakukan.
"Yaitu menggunakan surat suara untuk Pemungutan Suara Ulang (PSU)," ungkap Selly.
Masing-masing TPS mendapatkan jatah 80% dari jumlah daftar pemilih tetap (DPT) karena surat suara yang ada tidak mencukupi.
"Akhirnya berdasarkan kesepakatan masing-masing TPS mendapatkan 80% surat suara," ungkap Selly.
Sekalipun hanya 80%, Selly yakin jumlah tersebut mencukupi. Karena berdasarkan data pilkada sebelumnya, jumlah pemilih di desa tersebut tidak sampai 80%.
Hal ini karena kebanyakan warga Desa Danamulya bekerja sebagai TKI maupun di luar daerah. Kalaupun terjadi kekurangan, Selly mengungkapkan sebelum waktu pencoblosan selesai mereka akan berupaya untuk mencari ke TPS lain yang memiliki kelebihan surat suara.
Adapun surat suara yang hilang di Desa Danamulya mencapai sekitar 2.467 khusus untuk surat suara pemilihan bupati dan wakil bupati Cirebon.
Sementara itu Kapolres Cirebon, AKBP Suhermanto, menjelaskan jika mereka bersama dengan Panwaslu kabupaten Cirebon akan berupaya untuk melakukan penyelidikan akan hilangnya ribuan surat suara tersebut. Saat ditanyakan apakah kehilangan surat suara tersebut ditingkat mana, Suhermanto enggan menjawabnya dengan pasti.
"Masih didalami," ungkap Suhermanto.
Sementara komisioner Divisi Penindakan Panwaslu Kabupaten Cirebon, Abdul Khoir, juga enggan menjelaskan kronologis secara pasti hilangnya ribuan surat suara tersebut.
"Masih dalam tahap kajian dan mengumpulkan semua kevalidan," ungkap Khoir.
Hingga saat ini Khoir mengaku belum bisa memberikan informasi secara pasti kronologis hilangnya ribuan surat suara tersebut karena khawatir salah.
Saat ditanyakan proses pengiriman surat suara tersebut menurut Khoir dari KPU dilanjutkan ke tingkat kecamatan dan ke desa. Ia pun belum bisa memastiakn kehilangan tersebut terjadi di tingkat yang mana.
Sementara itu PPS Desa Danamulya, Suparyo menjelaskan jika logistik untuk pemilihan gubernur Jawa Barat dan bupati Cirebon tidak datang bersamaan.
"Yang sudah datang itu logisitik utnuk pemilihan gubernur," ungkapnya.
Karena lama tak datang, bersama dengan ketua PPS lainnya mereka berinisiatif untuk mendatangi sekretariat di tingkat kecamatan pada Selasa (26/6) sekitar pukul 23.00 WIB. Namun kemudian ditemukan jika kotak suara dan logistik lainnya ada, namun surat suara tidak ada. Selanjutnya surat suara untuk pemilihan bupati baru datang ke TPS pada Rabu (27/6) sekitar pukul 07.10 WIB. (OL-3)
Direktur IPR, Iwan Setiawan, menyebutkan alokasi anggaran umum untuk Pilkada langsung tahun 2024 saja mencapai Rp38,2 triliun.
Kemendagri mendorong evaluasi rekrutmen politik dan sistem pilkada untuk menekan korupsi kepala daerah yang terus berulang meski pengawasan diperketat.
Pengamat politik Citra Institute Yusak Farchan menilai tingginya biaya politik dalam pilkada menjadi persoalan serius dalam demokrasi Indonesia.
Pilkada tak langsungĀ bertentangan dengan semangat demokrasi lokal dan tidak menyelesaikan persoalan biaya politik tinggi.
Kepala Pusat Riset BRIN Mardyanto Wahyu Tryatmoko menilai wacana pilkada tidak langsung lewat DPRD tidak menjamin hilangnya politik uang dan justru berpotensi lebih mahal.
SISTEM pemilihan kepala daerah (pilkada) langsung yang telah berjalan dua dekade dinilai gagal mewujudkan demokrasi substansial.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved