Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Elektabilitas Djarot dan Edy Beda Sangat Tipis

M Taufan SP Bustan
20/6/2018 22:21
Elektabilitas Djarot dan Edy Beda Sangat Tipis
(ANTARA FOTO/Septianda Perdana)

PASANGAN calon gubernur dan wakil gubernur Djarot Syaiful-Sihar P H Sitorus bersaing ketat dengan calon gubernur dan wakil gubernur Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah. Berdasarkan hasil survei terbaru Indo Barometer selama 26 Mei hingga 2 Juni di 33 kabupaten/kota Sumatra Utara (Sumut), kedua pasangan memiliki elektabilitas yang berbeda tipis yakni hanya 0,9%.

Direktur Indo Barometer Muhammad Qodari menyebutkan, dari hasil survei yang menggunakan 800 orang sebagai responden itu pasangan Djarot-Sihar meraih elektabilitas 37,8 persen sedangkan pasangan Edy-Musa meraih 36,9%. Sedangkan responden yang tidak memberikan pilihan atau jawaban sebanyak 3,46%.

“Jadi memang bedanya sangat tipis sekali karena hanya 0,9%. Ini persaingannya sangat ketat sekali,” terangnya saat menyampaikan hasil survei Indo Barometer di FX Sudirman, Senayan, Jakarta, Rabu (20/6).

Djarot memperoleh hasil 69,4% sedangkan Edy hanya mendapat 64,6%. Perolehan survei yang paling dikenal dan disukai ini juga tambah Qodari, juga tidak begitu berselisih jauh. Pun demikian, Djarot tetap unggul.

Sementara untuk calon wakil gubernur, sosok wakil Djarot yakni Sihar meraih 58,5% sedangkan wakil dari Edy yakni Musa hanya mendapat 51,1%.

“Sebenarnya tidak jauh berbeda dari hasil tingkat perkenalan dan disukai oleh masyarakat di Sumut. Lagi-lagi persaingan di Sumut ini cukup ketat,” tandasnya.

Menurut Qodari, tingkat kepercayaan hasil survei yang mereka lakukan mencapai 95 persen. “Bisa dikatakan layak untuk dipercaya,” jelasnya. Survei itu, kata dia, dilakukan terhadap responden yang telah memiliki hak pilih pada Pilkada serentak 27 Juni mendatang.

“Dari hasil survei ini kan kelihatan cukup bersaing, jadi tinggal bagaimana dua pasangan calon itu saja mempermantap apa yang sudah dilakukan bersama timnya,” pesannya.

Selain melakukan survei terhadap pasangan calon, Indo Barometer lanjut Qodari, juga melakukan survei terhadap figur calon gubernur dan calon wakil gubernur. Masih menggunakan responden yang sama, dalam survei itu sosok figur calon gubernur yang paling dikenal adalah Djarot kemudian disusul Edy.

Teknik survei yang digunakan Indo Barometer masih sama dengan teknik sebelumnya yakni dengan mengumpulkan data riil dari responden melalui wawancara tatap muka dari masing-masing responden menggunakan kuesioner. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya