Headline
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Kumpulan Berita DPR RI
PASANGAN calon gubernur dan wakil gubernur Djarot Syaiful-Sihar P H Sitorus bersaing ketat dengan calon gubernur dan wakil gubernur Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah. Berdasarkan hasil survei terbaru Indo Barometer selama 26 Mei hingga 2 Juni di 33 kabupaten/kota Sumatra Utara (Sumut), kedua pasangan memiliki elektabilitas yang berbeda tipis yakni hanya 0,9%.
Direktur Indo Barometer Muhammad Qodari menyebutkan, dari hasil survei yang menggunakan 800 orang sebagai responden itu pasangan Djarot-Sihar meraih elektabilitas 37,8 persen sedangkan pasangan Edy-Musa meraih 36,9%. Sedangkan responden yang tidak memberikan pilihan atau jawaban sebanyak 3,46%.
“Jadi memang bedanya sangat tipis sekali karena hanya 0,9%. Ini persaingannya sangat ketat sekali,” terangnya saat menyampaikan hasil survei Indo Barometer di FX Sudirman, Senayan, Jakarta, Rabu (20/6).
Djarot memperoleh hasil 69,4% sedangkan Edy hanya mendapat 64,6%. Perolehan survei yang paling dikenal dan disukai ini juga tambah Qodari, juga tidak begitu berselisih jauh. Pun demikian, Djarot tetap unggul.
Sementara untuk calon wakil gubernur, sosok wakil Djarot yakni Sihar meraih 58,5% sedangkan wakil dari Edy yakni Musa hanya mendapat 51,1%.
“Sebenarnya tidak jauh berbeda dari hasil tingkat perkenalan dan disukai oleh masyarakat di Sumut. Lagi-lagi persaingan di Sumut ini cukup ketat,” tandasnya.
Menurut Qodari, tingkat kepercayaan hasil survei yang mereka lakukan mencapai 95 persen. “Bisa dikatakan layak untuk dipercaya,” jelasnya. Survei itu, kata dia, dilakukan terhadap responden yang telah memiliki hak pilih pada Pilkada serentak 27 Juni mendatang.
“Dari hasil survei ini kan kelihatan cukup bersaing, jadi tinggal bagaimana dua pasangan calon itu saja mempermantap apa yang sudah dilakukan bersama timnya,” pesannya.
Selain melakukan survei terhadap pasangan calon, Indo Barometer lanjut Qodari, juga melakukan survei terhadap figur calon gubernur dan calon wakil gubernur. Masih menggunakan responden yang sama, dalam survei itu sosok figur calon gubernur yang paling dikenal adalah Djarot kemudian disusul Edy.
Teknik survei yang digunakan Indo Barometer masih sama dengan teknik sebelumnya yakni dengan mengumpulkan data riil dari responden melalui wawancara tatap muka dari masing-masing responden menggunakan kuesioner. (OL-5)
Direktur IPR, Iwan Setiawan, menyebutkan alokasi anggaran umum untuk Pilkada langsung tahun 2024 saja mencapai Rp38,2 triliun.
Kemendagri mendorong evaluasi rekrutmen politik dan sistem pilkada untuk menekan korupsi kepala daerah yang terus berulang meski pengawasan diperketat.
Pengamat politik Citra Institute Yusak Farchan menilai tingginya biaya politik dalam pilkada menjadi persoalan serius dalam demokrasi Indonesia.
Pilkada tak langsungĀ bertentangan dengan semangat demokrasi lokal dan tidak menyelesaikan persoalan biaya politik tinggi.
Kepala Pusat Riset BRIN Mardyanto Wahyu Tryatmoko menilai wacana pilkada tidak langsung lewat DPRD tidak menjamin hilangnya politik uang dan justru berpotensi lebih mahal.
SISTEM pemilihan kepala daerah (pilkada) langsung yang telah berjalan dua dekade dinilai gagal mewujudkan demokrasi substansial.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved