Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
LEMBAGA survei Indo Barometer kembali merilis hasil survei terbaru mereka tentang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Jawa Barat. Dalam survei yang dilakukan pada 7 hingga 13 Juni itu, Calon Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Calon Wakil Gubernur Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) mengungguli tiga pasangan lainnya.
Direktur Indo Barometer Muhammad Qodari menyebutkan, pasangan Rindu mendapat elektabilitas yang paling tinggi. Di mana pencapaian itu sebesar 36,9 persen.
“Jika Pilkada dilakukan saat survei (7 Juni) maka pasangan Rindu sudah pasti menang,” terangnya saat menyampaikan hasil surveinya kepada sejumlah jurnalis di FX Sudirman, Senayan, Jakarta, Rabu (20/6).
Pada survei kali ini Indo Barometer menggunakan 1.200 orang sebagai responden yang diambil dari perwakilan 27 kabupaten/kota di provinsi itu. Teknik survei yang digunakan ialah mengumpulkan data riil dari responden melalui wawancara tatap muka dari masing-masing responden menggunakan kuesioner.
Menurutnya, pasangan Rindu mengalahkan tiga pasangan lainnya. Di mana pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi meraih elektabilitas 30,1%, selisih sekira 6% lebih dengan pasangan Rindu. Sedangkan Sudrajat Akhmad dan Syaikhu meraih 6,1%, sementara TB Hasanuddin dan Anton Charliyan hanya meraih 5%.
“Jadi persaingan ketat itu hanya ada di pasangan Rindu dan pasangan 2DM. Dari hasil survei ini juga sebanyak 21,9 persen tidak memilih atau menandai apapun di surat suara saat dilakukan survei,” jelas Qodari.
Meski menetapkan pasangan Rindu unggul dari tiga pasangan lainnya, Indo Barometer tidak serta-merta mendahului keputusan KPU karena voting day baru akan berlangsung 27 Juni mendatang. “Ini baru hasil survei saja dan yang meraih perolehan tertinggi itu adalah pasangan Rindu,” tegasnya.
Selain melakukan survei terhadap pasangan calon, Indo Barometer juga melakukan survei terhadap calon gubernur dan calon wakil gubernur. Dari hasil survei itu, calon gubernur yang paling tinggi elektabilitasnya Ridwan Kamil. Sedangkan calon wakil gubernur tertinggi yakni Uu Ruzhanul Ulum.
“Dari survei masing-masing calon gubernur dan wakil gubernur lagi dan lagi pasangan Rindu yakni RK dan Uu yang tertinggi,” ungkap Qodari.
Berdasarkan rincian elektabilitas mantan wali kota Bandung itu meraih elektabilitas tinggi dengan perolehan sebesar 38,1% disusul Deddy Mizwar 30,1%, Sudrajat 6,1%, dan TB Hasanuddin hanya meraih 4,1%.
Sementara untuk wakil gubernur, Uu sapaan akrab Bupati Tasikmalaya itu meraih elektabilitas sebesar 32,3%. Perolehan ini tentunya mengungguli tiga calon wakil gubernur lainnya, Dedi Mulyadi hanya meraih 29,3%, Ahmad Syaikhu 6,1%, dan Anton Charliyan 4,9%.
Sedangkan responden yang tidak memilih dalam survei ini lumayan banyak yakni sebesar 27,5%.
Sebelumnya, Indo Barometer juga telah melakukan survei pada Januari dan Maret lalu. Dalam survei itu tidak berbeda jauh dengan hasil survei yang terbaru. Di mana, pasangan Rindu menang dari tiga pasangan calon lainnya.
“Tidak jauh berbeda sih hasil surveinya. Yang mendapat perolehan tertinggi juga masih pasangan Rindu. Begitu pun hasil survei masing-masing calon gubernur dan calon wakil gubernur,” tandas Qodari.
Berdasarkan hasil survei Indo Barometer pada Januari pasangan Rindu memperoleh 44,8%, pasangan Deddy Mizwal dan Dedy Mulyadi 27,9%, pasangan Sudrajat dan Ahmad Syaikhu 0,9%, serta TB Hasanuddin dan Anton Charliyan 1%.
Sementara pada survei Maret, pasangan Rindu kembali unggul dengan perolehan suara 36,7%, Deddy Mizwar dan Dedy Mulyadi 31,3%, pasangan Sudrajat dan Akhmad Syaikhu 5,4%, serta pasangan TB Hasnuddin dan Anton Charliyan 3,4%.
Jumlah DPT pada Pilkada Jawa Barat 2018 sebanyak 31.781.089. Indo Barometer pun memperkirakan masyarakat yang akan menggunakan hak suaranya hanya sebanyak 20.165.101 dan suara yang sah sekira 19.580.329 persen. (OL-5)
Selama korupsi kepala daerah hanya dipandang sebagai kasus sporadis tanpa menyentuh akar permasalahan, praktik lancung ini akan terus berulang.
Dalam situasi tersebut, kemunculan partai baru justru memunculkan tanda tanya besar soal tujuan pendiriannya.
Pembaruan UU Pemilu merupakan mandat yang telah diberikan pimpinan DPR RI kepada Komisi II untuk dibahas secara mendalam.
DOSEN Departemen Politik dan Pemerintahan Fisipol UGM, Dr. Mada Sukmajati menilai, argumen Pilkada melalui DPRD atau Pilkada tidak langsung masih perlu didukung data ilmiah.
WAKIL Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menegaskan bahwa DPR RI bersama Pemerintah telah sepakat tidak melakukan revisi UU Pilkada
WAKIL Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad mengatakan penerapan pemungutan suara elektronik atau e-voting dalam pelaksanaan pilkada dapat menghemat anggaran secara signifikan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved