Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Dituding Jabatan Politis, Iwan Bule: Apa Mungkin Mencoreng Muka Sendiri di Depan Sesepuh Jabar

Akmal Fauzi
18/6/2018 22:48
Dituding Jabatan Politis, Iwan Bule: Apa Mungkin Mencoreng Muka Sendiri di Depan Sesepuh Jabar
( ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

PENJABAT Gubernur Jawa Barat (Jabar), Komjen Mochamad Iriawan menjawab tudingan terhadap dirinya ihwal jabatan barunya itu terhadap PIlkada Jabar yang akan datang. Ia menegaskan, tidak akan mencoreng karir yang telah dibangunnya sejauh ini.

"Saya sudah berdinas di Polri sejak 1984 dan sekarang saya hampir di penghujung karier saya. Apa mungkin saya mau mengorbankan dan menghancurkan karier saya di Polri. Sebagai putra daerah (Kuningan, Jabar) apa mungkin saya mencoreng muka saya sendiri di depan para sesepuh Jabar, dan rakyat Jabar?," kata Iriawan kepada Media Indonesia melalui sambungan telepon, Senin (18/6).

Ia menyampaikan hal itu menanggapi dugaan dan tuduhan bahwa ia tidak akan netral dalam Pilkada Jabar mendatang saat menjabat nanti.

"Bagaimana caranya saya tidak netral? Apakah dengan cara saya menggerakan komponen yang ada di Jabar untuk memenangkan salah satu pasangan calon tertentu? Kalau itu saya lakukan, pasti akan bocor dan ramai. Sangat besar risikonya untuk jabatan dan karier saya," ujar Iriawan

Ia dilantik sebagai Penjabat Gubernur Jabar, Senin (18/6) pagi di Bandung oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Sebelum menjabat sementara sebagai Gubernur Jabar, Iriawan menjabat Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas).

Iriawan mengingatkan, dirinya ditunjuk dan diangkat sebagai penjabat gubernur tentu sudah sesuai perundangan dan ketentuan yang berlaku.

Meski demikian, Iriawan pun masih menyempatkan bersilaturahmi untuk meminta dukungan dan masukan dari para sesepuh Jabar. "Saya kan putera daerah, sudah sepantasnya saya menghormati para sesepuh Jabar," ucapnya.

Bagi Iriawan, penunjukkan formal dan legalitas negara harus dibarengi dukungan moral dan masukan lain dari para sesepuh. "Saya tahu undak usuk (tatakrama). Saya sudah sepantasnya tahu diri, mendengarkan dan belajar dari pengalaman mereka," tutur Iriawan. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya