Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Menteri Agama Mencopot Dirjen

Saur M Hutabarat Dewan Redaksi Media Group
24/12/2021 05:00
Menteri Agama Mencopot Dirjen
Saur M Hutabarat Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

MENTERI mengganti dirjen perkara biasa. Alasannya pun umumnya alasan yang biasa. Yang luar biasa ialah bila menteri sekaligus mengganti empat dirjen.

Itulah yang dilakukan Menteri Agama. Dia mencopot empat Dirjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Buddha, Hindu, Katolik, Kristen, kecuali Bimas Islam.

Yang luar biasa sekalipun dipoles sedemikian rupa agar terasa biasa. Itulah fungsi utama 'alasan yang biasa'.

Ada dua alasan yang biasa itu. Pertama, untuk kepentingan organisasi dan penyegaran. Rotasi dan mutasi hal yang biasa dalam organisasi untuk penyegaran. Alasan klise.

Sekalipun klise, alasan itu tetap dipakai. Kenapa? Terasa manis terdengar untuk kalangan birokrasi. Begitu manisnya terdengar sehingga tak hanya digunakan di kalangan pejabat aparatur sipil negara, tetapi juga di kalangan pejabat Polri dan TNI.

Alasan kedua alasan kewenangan. Bahwa pejabat pembina kepegawaian memiliki kewenangan untuk melakukan rotasi dan mutasi. Alasan kedua ini alasan otoritas, basis legalitas siapa pembuat keputusan. Dalam bahasa yang lugas menteri punya otoritas, punya kekuasaan untuk mencopot dirjen.

Dengan dua alasan itu, pergantian dirjen tak memerlukan alasan lain. Sang dirjen tak perlu diberi tahu apa alasan yang sebenarnya, yang sejujurnya. Pencopotan pun 'cukup' disampaikan melalui telepon. Pula cukup diberitahukan sekjen atau bahkan oleh Kepala Biro Kepegawaian yang posisinya lebih rendah.

Jabatan dirjen ialah jabatan kepublikan yang lowongannya diumumkan secara terbuka. Pengisian jabatan dirjen melalui panitia seleksi. Bukan main tunjuk, bukan pula semata merupakan jenjang karier internal di kementerian itu.

Akan tetapi, semua seleksi yang ketat itu hanya untuk 'masuk' dan menduduki jabatan itu. Setelah itu, sang dirjen kapan pun dapat dicopot sesuka sang menteri.

'Sesuka sang menteri' tentu ada alasannya. Menteri yang kompeten dan berwibawa akan memanggil sang dirjen, memberi tahu pemberhentiannya secara langsung, lengkap dengan alasannya. Di dalam perkara ini nyatalah leadership seorang menteri.

Menggunakan lensa normal, mencopot seseorang dari jabatannya ialah urusan yang tidak enak. Yang enak itu melantik dirjen, bukan memberhentikannya. Pemimpin yang kuat melaksanakan keduanya. Dia berwibawa melantik (urusan yang enak), dia berwibawa pula memanggil yang bersangkutan untuk menyampaikan pemberhentian (urusan yang tidak enak).

Sejauh terbaca di media, terkesan Menteri Agama main copot. Terkesan mentang-mentang. Memberhentikan dirjen tanpa memberi tahu langsung kepada yang dicopot dan menjelaskan alasannya. Jabatan eselon I diperlakukan tanpa respek.

Pemberhentian empat Dirjen Bimbingan Masyarakat Buddha, Hindu, Katolik, dan Kristen itu menuai perlawanan. Mereka disebut akan memerkarakannya di PTUN. Hal yang barangkali perlu untuk 'pelajaran' menteri, bagaimana cara sebaiknya mengganti dirjen. Atau malah hal yang tidak perlu.

Kirim saja surat kepada Menteri Agama. Isinya harapan kepada Bapak Menteri agar menegakkan wibawa. Pergantian dirjen, tanpa Pak Menteri bilang langsung sepatah kata pun, tak terulang setelah kami. Rasanya surat macam itu mengekspresikan hati yang lapang dengan keyakinan Pak Menteri Agama membacanya. Kalaupun dia tak membacanya, merobeknya, membuangnya ke keranjang sampah, Tuhan tahu apa yang dilakukannya.



Berita Lainnya
  • OTT Tepat Waktu

    22/1/2026 05:00

    BUPATI Pati, Jawa Tengah, Sudewo kembali menjadi atensi. Dia ditangkap tangkap oleh KPK karena diduga jual beli jabatan. OTT itu terjadi pada waktu yang tepat, sangat tepat.

  • Pesta Elite, Nestapa Rakyat

    21/1/2026 05:00

    REPUBLIK ini kiranya sedang berada dalam situasi kontradiksi yang meresahkan. Kontradiksi itu tersaji secara gamblang di lapisan-lapisan piramida sosial penduduk. 

  • Vietnam Melaju Kencang

    20/1/2026 05:00

    KITA tidak harus paling benar, yang penting paling berhasil. Itulah filosofi Vietnam.

  • Suara Profesor 15 Januari

    19/1/2026 05:00

    SEJARAH Republik ini mencatat 15 Januari sebagai tanggal yang tidak netral. Pada hari itulah suara mahasiswa pernah mengguncang kekuasaan.

  • Setan pun Minder

    15/1/2026 05:00

    INDONESIA memang negeri yang kaya. Kaya sumber daya alam, kaya budaya, dan kiranya juga kaya kreativitas kejahatannya, termasuk korupsi.

  • Regenerasi Koruptor

    14/1/2026 05:00

    Ya, mereka memang terkenal pada zaman masing-masing. Terkenal karena berkasus rasuah.

  • Angka Tiga

    13/1/2026 05:00

    PEMERINTAH tampaknya kembali menarik napas lega. Defisit APBN 2025 memang melebar, tetapi masih di bawah ambang sakral 3% dari produk domestik bruto (PDB).

  • Burung Diadili, Bencana Dibiarkan

    12/1/2026 05:00

    PENGADILAN Negeri Situbondo, Jawa Timur, punya cerita. Penegakan hukum di sana dikenal sangat tajam, terutama kepada mereka yang lemah

  • Kutukan Ekonomi Ekstraktif

    09/1/2026 05:00

    VENEZUELA kembali menjadi sorotan dunia. Kali ini bukan semata karena krisis ekonomi yang tak kunjung usai

  • Maduro dan Silfester

    08/1/2026 05:00

    APA hubungannya Nicolas Maduro dan Silfester Matutina? Tidak ada. Teman bukan, saudara apalagi.

  • Negara Bahagia

    07/1/2026 05:00

    INI cerita tentang Indonesia yang barangkali membahagiakan, tapi juga sekaligus bisa menjadi peringatan.

  • Angka Lima

    06/1/2026 05:00

    ANGKA lima seolah 'ditakdirkan' melekat dalam 'tubuh' negeri ini pada satu dekade terakhir.

  • Demokrasi Donat Pilkada tanpa Rakyat

    05/1/2026 05:00

    SEPERTI kue donat yang berlubang di tengah. Begitulah demokrasi negeri ini akan tampak jika pemilihan gubernur, bupati, dan wali kota dikembalikan kepada DPRD.

  • Pertobatan Ekologis

    03/1/2026 05:00

    ADAKAH berita baik di sepanjang 2025? Ada, tapi kebanyakan dari luar negeri. Dari dalam negeri, kondisinya turun naik

  • Tahun Lompatan Ekonomi

    02/1/2026 05:00

    SETIAP datang pergantian tahun, kita selalu seperti sedang berdiri di ambang pintu. Di satu sisi kita ingin menutup pintu tahun sebelumnya dengan menyunggi optimisme yang tinggi.

  • Tahun Baru Lagi

    31/12/2025 05:00

    SETIAP pergantian tahun, banyak orang memaknainya bukan sekadar pergeseran angka pada kalender, melainkan juga jeda batin untuk menimbang arah perjalanan bersama.