Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Solidaritas Kebangsaan

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
24/3/2020 06:00
Solidaritas Kebangsaan
Dewan Redaksi Media Group, Suryopratomo .(MI/EBET)

Presiden Direktur PT Adaro Energy Tbk Garibaldi Thohir tidak keliru jika mengatakan negara memanggil dunia usaha untuk memberi kepada negara. Situasi krisis yang sedang kita hadapi akibat pandemi virus korona membuat Indonesia berada dalam kesulitan besar. Hanya dengan upaya bersama semua pihak, kita akan bisa menjawab tantangan berat ini.

Virus korona memang membuat seluruh dunia dihadapkan kepada kesulitan. Semua negara mengerahkan semua kemampuan yang dimiliki untuk menyelamatkan kehidupan seluruh warganya. Tidak boleh ada yang berpangku tangan, apalagi lalu mencoba mengail di air keruh.

 

Ketika semua negara berupaya menyelamatkan kehidupan warga masing-masing, garda terdepan ialah para petugas medis. Mereka perlu dilengkapi semua peralatan yang memungkinkan mereka bekerja dengan baik dan tidak membahayakan diri mereka.

Salah satu yang paling dibutuhkan sekarang ini adalah alat pelindung diri atau APD. Karena semua negara di dunia membutuhkannya, APD menjadi barang yang langka. Di Inggris, misalnya, petugas medis sampai menggunakan kantong sampah klinis untuk penutup kepala. Ketika kelangkaan terjadi, otomatis harga pun menjadi naik.

Kemarin Bea dan Cukai mendapati APD yang hendak diekspor ke luar negeri. Karena harganya yang meningkat, wajar apabila ada yang mencoba menangguk untung besar. Namun mereka lupa, bangsa ini juga sedang membutuhkan APD untuk petugas medis yang berjuang menyelamatkan warga bangsa.

Tidak salah apabila negara memprioritaskan APD yang hendak diekspor itu untuk kepentingan dalam negeri. Apalagi pemerintah pekan lalu sudah mengeluarkan kebijakan larangan ekspor sementara untuk produk-produk kesehatan demi kepentingan penyelamatan warga bangsa.

Sekarang memang bukan waktunya untuk egois. Sikap hanya mementingkan diri sendiri akhirnya akan menjadi bumerang. Sebab, virus korona ini tidak mengenal umur, jabatan, pangkat, suku, agama, ras. Siapa saja bisa menjadi korban dari virus korona.

Dunia usaha justru bertanggung jawab untuk ikut mencegah penyebaran virus korona. Caranya dengan membuat aturan kerja yang bisa membatasi orang untuk keluar rumah, membatasi orang untuk bersentuhan, membatasi orang untuk berkerumun.

Kalau bisa dilakukan, dunia usaha menutup kantor dan memerintahkan karyawan untuk bekerja di rumah. Atau kalau harus masuk dilakukan pengiliran jam kerja agar jumlah orang yang keluar rumah dan bepergian bisa dibatasi.

Sekarang ini meski pemerintah sudah menetapkan kebijakan social distancing, kenyataannya orang masih banyak keluar rumah dan berdesakan. Di kereta rel listrik, belum diterapkan jumlah orang per gerbong. Mereka masih berdesak-desakan sehingga berpotensi menimbulkan penyebaran masif kalau ada yang menjadi carrier virus korona.

Pasti ekonomi dan bisnis akan terpengaruh virus korona. Seluruh dunia dihadapkan kepada persoalan yang sama. Sekarang yang diupayakan setiap negara ialah bagaimana menyelamatkannya agar tidak semakin terpuruk.

Menteri Keuangan Inggris Rishi Sunak mengeluarkan paket kebijakan senilai 330 miliar pound sterling untuk menyelamatkan bisnis di negerinya. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sedang menyiapkan paket bukan hanya untuk dunia usaha, tetapi juga bagi para pekerja dan keluarga prasejahtera.

Semua paket kebijakan pemerintah tidak akan mencukupi tanpa ada dukungan masyarakat dan dunia usaha. Kita melihat kelompok masyarakat mulai bergerak untuk mempersiapkan paket bantuan yang memungkinkan orang untuk tetap bisa menghidupi keluarganya, meski tidak harus bekerja meninggalkan rumah.

Solidaritas sosial sangat kita butuhkan dalam situasi seperti sekarang ini. Kondisi bisnis ke depan memang akan sangat berat. Sekarang waktunya untuk mengencangkan ikat pinggang. Namun, kita tetap harus membantu saudara-saudara kita yang 'sudah tidak mempunyai pinggang' agar bisa melanjutkan kehidupan mereka.

Kita tidak pernah akan bisa tidur nyenyak apabila ada tetangga kita yang menangis kelaparan. Sekarang yang perlu kita upayakan bersama ialah bagaimana membuat seluruh warga bangsa ini bisa tetap makan. Ada saatnya kita berkompetisi, ada saatnya kita berkooperasi. Sekarang waktunya bagi kita untuk berkooperasi.



Berita Lainnya
  • Keadilan dalam Sepotong Es Gabus

    30/1/2026 05:00

    HUKUM dan keadilan mestinya berada dalam satu tarikan napas. Hukum dibuat untuk mewujudkan keadilan.

  • Kejar Jambret Dikejar Pasal

    29/1/2026 05:00

    DI negeri ini, keadilan tak jarang tersesat di tikungan logika dan persimpangan nalar.

  • Noel agak Laen

    28/1/2026 05:00

    IMANUEL 'Noel' Ebenezer memang bukan sembarang terdakwa korupsi.

  • Mudarat Paling Kecil

    27/1/2026 05:00

    RENCANA bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk 'pembangunan kembali Gaza' segera memantik pro dan kontra.

  • Pengawas Mati, Korupsi Tumbuh

    26/1/2026 05:00

    KEGAGALAN aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) ialah fakta berulang, bukan lagi dugaan.

  • Rupiah Vs IHSG

    23/1/2026 05:00

    ADA yang ganjil di pasar keuangan kita. Rupiah terkapar, bahkan menyentuh di kisaran 17 ribu per US$, level terendah sepanjang sejarah.

  • OTT Tepat Waktu

    22/1/2026 05:00

    BUPATI Pati, Jawa Tengah, Sudewo kembali menjadi atensi. Dia ditangkap tangkap oleh KPK karena diduga jual beli jabatan. OTT itu terjadi pada waktu yang tepat, sangat tepat.

  • Pesta Elite, Nestapa Rakyat

    21/1/2026 05:00

    REPUBLIK ini kiranya sedang berada dalam situasi kontradiksi yang meresahkan. Kontradiksi itu tersaji secara gamblang di lapisan-lapisan piramida sosial penduduk. 

  • Vietnam Melaju Kencang

    20/1/2026 05:00

    KITA tidak harus paling benar, yang penting paling berhasil. Itulah filosofi Vietnam.

  • Suara Profesor 15 Januari

    19/1/2026 05:00

    SEJARAH Republik ini mencatat 15 Januari sebagai tanggal yang tidak netral. Pada hari itulah suara mahasiswa pernah mengguncang kekuasaan.

  • Setan pun Minder

    15/1/2026 05:00

    INDONESIA memang negeri yang kaya. Kaya sumber daya alam, kaya budaya, dan kiranya juga kaya kreativitas kejahatannya, termasuk korupsi.

  • Regenerasi Koruptor

    14/1/2026 05:00

    Ya, mereka memang terkenal pada zaman masing-masing. Terkenal karena berkasus rasuah.

  • Angka Tiga

    13/1/2026 05:00

    PEMERINTAH tampaknya kembali menarik napas lega. Defisit APBN 2025 memang melebar, tetapi masih di bawah ambang sakral 3% dari produk domestik bruto (PDB).

  • Burung Diadili, Bencana Dibiarkan

    12/1/2026 05:00

    PENGADILAN Negeri Situbondo, Jawa Timur, punya cerita. Penegakan hukum di sana dikenal sangat tajam, terutama kepada mereka yang lemah

  • Kutukan Ekonomi Ekstraktif

    09/1/2026 05:00

    VENEZUELA kembali menjadi sorotan dunia. Kali ini bukan semata karena krisis ekonomi yang tak kunjung usai

  • Maduro dan Silfester

    08/1/2026 05:00

    APA hubungannya Nicolas Maduro dan Silfester Matutina? Tidak ada. Teman bukan, saudara apalagi.