Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
ITULAH yang terjadi di lantai bursa saham dunia. Harga-harga saham bertumbangan dengan tajamnya. Penurunan sampai 7%-8% dalam perdagangan satu hari merupakan kerugian tidak terkira nilainya. Tidak usah heran apabila para pelaku pasar modal menyebutnya sebagai 'Senin Hitam'.
Kecenderungan penurunan harga saham sebenarnya sudah berlangsung sejak sebulan terakhir ini. Namun, tidak ada yang menduga, penurunan Senin lalu begitu dalam lagi, sampai-sampai para pemimpin dunia melakukan rapat khusus untuk mengantisipasi pemburukan ekonomi di negaranya.
Keputusan mendadak Arab Saudi untuk menurunkan harga minyak dan memompa lebih banyak produksi minyak mereka menjadi pemicu gejolak di pasar modal dunia. Manuver yang dilakukan Pangeran Muhammad bin Salman membuat harga minyak dunia turun hampir 25% dan ini membikin nervous para pelaku pasar modal.
Apalagi dunia sedang dihadapkan juga pada ketidakpastian akibat pandemi virus korona. Begitu Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia Tedros Adhanom Ghebreyesus menetapkan virus korona sebagai pandemi, indeks Dow Jones anjlok lagi 5,86% menjadi di bawah 24.000.
Dana Moneter Internasional meminta seluruh pemimpin dunia mengambil kebijakan fiskal yang terarah. Setiap negara harus berusaha sekuat tenaga agar jangan sampai ada perusahaan yang gulung tikar karena akan menimbulkan pengangguran.
Setiap negara kalau perlu menunda penarikan pajak perusahaan agar perusahaan itu bisa tetap bertahan. Bahkan bantuan langsung tunai dibenarkan dilakukan untuk mencegah jangan sampai daya beli masyarakat menurun.
Banyak negara sudah menyediakan dana triliunan rupiah untuk mengantisipasi keadaan yang tidak diinginkan. Italia menyediakan paket kebijakan senilai 7,5 miliar euro untuk membantu industri pariwisata yang sedang terpukul. Federal Reserve AS bukan hanya memotong tingkat suku bunga 0,5%, tetapi menyiapkan suntikan dana jangka pendek sampai US$150 miliar per hari untuk mencegah keterpurukan di pasar modal.
Bagaimana dengan kita di Indonesia? Otoritas Jasa Keuangan memberi izin kepada emiten untuk membeli balik (buyback)saham mereka yang terpuruk terlalu dalam tanpa harus melalui rapat umum pemegang saham. Penurunan indeks harga saham gabungan yang mengarah ke angka 900 poin bisa membuat penurunan nilai perusahaan yang sangat dalam.
Kementerian Badan Usaha Milik Negara memulai upaya penyelamatan perusahaan dengan menyediakan dana sampai Rp8 triliun. Terutama perusahaan perbankan, telekomunikasi, dan karya didahulukan untuk diselamatkan agar peran mereka dalam pembangunan tidak sampai terpengaruh.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pun mengeluarkan kebijakan fiskal untuk menyelamatkan perekonomian nasional. Salah satunya dengan menunda pembayaran pajak perusahaan dan karyawan sektor manufaktur agar perekonomian bisa tetap bergerak.
Sekarang memang kita tidak bisa bekerja biasa-biasa. Semua harus mau berubah dan ekstracepat. Seperti berulang kali dikatakan Presiden Joko Widodo, di era sekarang ini yang akan memenangi persaingan ialah yang paling cepat.
Tidak bosan-bosannya kita meminta aparat birokrasi untuk tidak menunda pekerjaan. Kalau bisa diselesaikan hari ini, selesaikan hari ini. Sepanjang tidak melanggar peraturan, jangan lagi dihambat-hambat.
Kita sengaja ingatkan masalah ini, karena minat investasi itu masih ada. Walaupun ada ketidakpastian global, mereka yang sudah mulai bekerja untuk membangun atau mengembangkan usahanya, mereka tidak akan menunggu sampai krisis ini berakhir. Mereka terus bekerja karena mereka percaya krisis ini satu saat akan berakhir.
Sungguh sayang di tengah masih adanya keinginan untuk berinvestasi, kita justru mempersulitnya. Kita seharusnya mempermudah mereka karena negara memang membutuhkan investasi. Jangan lupa, ketika investasi itu sudah berjalan akan membuka lapangan kerja bagi masyarakat.
Presiden sendiri terus mengingatkan jajarannya agar memberikan kemudahan itu. Pengusaha Belanda yang baru datang ke Indonesia sudah berniat menanamkan modal pertama sebesar US$1 miliar. Pertanyaannya, apakah setiap menteri, gubernur, bupati, dan wali kota sudah mengecek bawahannya untuk bekerja cepat? Sekarang tidak bisa tidak kita harus memastikan semua itu terjadi. Atau kita akan tenggelam oleh ketidakpastian global seperti sekarang ini.
APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?
SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.
KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia
BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.
PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.
PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.
'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai
DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.
APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.
DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.
HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.
SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.
'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.
POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita
SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved