Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Terukur

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
04/2/2020 05:10
Terukur
Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

PEMULANGAN mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Wuhan, Tiongkok, telah dilakukan. Sejak Minggu pagi, sebanyak 238 warga negara Indonesia telah tiba di Tanah Air dan menjalani karantina di Pulau Natuna. Kalau dalam 14 hari ke depan tidak ada gejala apa pun, mereka diperkenankan untuk kembali ke rumah masing-masing.

Tidak hanya langkah pemulangan WNI yang dilakukan pemerintah, untuk mencegah masuknya virus korona ke Indonesia semua perjalanan dari Indonesia dan Tiongkok ditunda. Semua maskapai penerbangan dilarang menjalani rute ke Tiongkok.

Apakah langkah itu tepat? Demi keselamatan warga yang lebih besar, memang negara harus mengambil sikap. Kita sering diingatkan, pilihan yang dihadapi pemimpin dalam mengambil keputusan sering kali bukan antara baik dan buruk. Yang lebih sering terjadi justru pilihan antara buruk dan kurang buruk, evil and less evil.

Kita hanya ingin menambahkan, semua itu harus dilakukan secara terukur dan jelas dasar pertimbangannya. Jangan sampai keputusan diambil secara berlebihan dan akhirnya justru menimbulkan masalah baru.

Semua pilihan itu ada konsekuensi. Di samping dampak positif, kita melihat dampak negatifnya. Larangan warga Tiongkok untuk berkunjung ke Indonesia membuat jumlah wisatawan merosot drastis. Di Bali, misalnya, hotel kehilangan potensi 15 ribu kamar.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam seminar yang diselenggarakan Jurnalisme Profesional untuk Indonesia mengaku masih menghitung dampak ekonomi akibat isu virus korona. Yang pasti, pariwisata yang menjadi salah satu pilar pertumbuhan akan terkena dampaknya.

Daerah-daerah yang selama ini menjadi tujuan wisata turis asal Tiongkok selain Bali ialah Manado dan Riau. Dengan turunnya jumlah kunjungan, selain industri perhotelan, yang akan terkena dampak ialah usaha mikro, kecil, dan menengah di daerah-daerah.

Kalangan dunia usaha mengharapkan pemerintah tidak berlebihan dalam menangani isu virus korona. Sekarang ini sebenarnya dunia usaha mulai merasakan pemulihan. Terutama sektor makanan dan minuman, bisnisnya sudah kembali normal.

Pulihnya sektor makanan dan minuman diharapkan menggerakkan sektor yang lain. Setelah kebutuhan makanan dan minuman terpenuhi, masyarakat biasanya mulai membelanjakan untuk durable goods.

Dunia usaha sangat khawatir apabila pemulihan yang baru mulai terjadi akan kembali ke titik nol. Apalagi, kita belum bisa memperkirakan berapa lama langkah pengendalian virus korona akan tertangani. Pemerintah Tiongkok sangat serius untuk bisa segera menemukan vaksin yang bisa dipakai guna menimbulkan antibodi kepada warga.

Sekarang ini yang dibutuhkan masyarakat ialah edukasi yang benar. Langkah yang sekadar menakut-nakuti justru akan kontraproduktif. Masyarakat akhirnya ikut bereaksi secara berlebihan.

Seperti sekarang ini, kebutuhan untuk masker tiba-tiba melonjak drastis. Orang cenderung membeli masker dalam jumlah yang berlebihan. Akibatnya, harga masker naik empat kali lipat daripada biasanya.

Dengan respons yang tepat, kita akan lebih bisa mengendalikan virus korona dengan biaya yang wajar. Bahkan, dengan edukasi yang benar, kita bisa mengajak masyarakat untuk melakukan kegiatan seperti biasanya. Kita berlomba-lomba untuk meningkatkan produktivitas kerja kita.

Kita bahkan seharusnya bisa ikut berbuat untuk dunia. Para ahli virologi dan biologi ikut bekerja menemukan vaksin untuk melawan virus korona. Kalau bisa melakukan itu, kita ikut memberikan kontribusi yang luar biasa kepada dunia.

Kita perlu menyimak pidato yang disampaikan petenis Kroasia Novak Djokovic setelah merebut gelar kedelapan di ajang Australia Terbuka. Dengan begitu banyaknya tragedi yang terjadi di dunia, kita harus makin mencintai satu dengan yang lain. “Kita harus bersatu, lebih dari yang sudah kita lakukan sekarang ini.”



Berita Lainnya
  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.

  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

Opini
Kolom Pakar
BenihBaik