Headline

Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.

Perpaduan Dua Keluhuran

Saur Hutabarat Dewan Redaksi Media Group
26/9/2019 05:10
Perpaduan Dua Keluhuran
Saur Hutabarat Dewan Redaksi Media Group(MI)

KETIKA massa berupaya masuk ke Gedung DPR dengan cara menjebol paksa pagar DPR, kira-kira apa yang mereka pikirkan. Izinkan saya berspekulasi.

Barangkali mereka berpikiran DPR ialah 'dewan pengkhianat rakyat'. Bukti pengkhianatan itu ialah disahkannya RUU KPK dan bakal disahkannya RKUHP (24/9).

Kendati masa jabatan anggota DPR hasil Pemilu 2014 masih lima hari lagi, yakni sebelum anggota DPR hasil Pemilu 2019 dilantik pada 1 Oktober 2019, mereka berpikiran anggota DPR itu tidak layak dan tidak patut lagi berada di Gedung DPR. Gedung itu harus diduduki, dibersihkan dari para pengkhianat.

Barangkali mereka berpikiran lebih jauh lagi. Mereka berkeras menduduki Gedung DPR agar anggota terpilih DPR tidak dapat dilantik pada 1 Oktober 2019. Mereka barangkali berpikiran Indonesia lebih baik tanpa parlemen ketimbang punya parlemen yang khianat.

Barangkali pikiran mereka tidak sejauh itu. Mereka berupaya menjebol paksa pagar DPR untuk menunjukkan bahwa mereka menyesali DPR mengesahkan RUU KPK dan sekaligus memberi peringatan keras agar DPR tidak mengesahkan RKUHP.

Mungkin masih ada jawaban barangkali lainnya. Barangkali mereka berpikiran menduduki Gedung DPR sedemikian rupa sehingga presiden dan wakil presiden terpilih tidak dapat dilantik pada 20 Oktober 2019.

Semua itu pikiran barangkali. Bukan hasil investigative reporting. Karena itu, biarlah tetap sebagai 'barangkali begitu', 'barangkali tidak begitu', yang ada di dalam pikiran mereka.

Akan tetapi, apa pun yang mereka pikirkan kiranya satu hal jelas bahwa kehebatan kita berdemokrasi belum sampai pada tahapan kehebatan kita berkonstitusi. Malah yang terjadi sebaliknya, kebebasan kita berekspresi dapat menghancurkan demokrasi itu sendiri dan serentak dengan itu juga dapat menghancurkan konstitusi.

Saya, atau Anda, atau siapa pun boleh tidak suka dengan undang-undang (UU) yang dihasilkan DPR. Namun, kiranya itu bukan alasan untuk meniadakan kewenangan yang diberikan konstitusi kepada DPR untuk membuat UU. Tersedia checks and balances, jalan konstitusional untuk me-review UU. Bukankah sebaiknya kita percayakan kepada yang punya legal standing untuk membawanya ke MK?

Saya, atau Anda, atau siapa pun punya hak menyatakan pendapat tentang baik atau buruknya DPR hasil Pemilu 2014. Namun, kiranya kita tidak dapat tidak mengakui DPR hasil Pemilu 2019, lalu hendak menghalangi pelantikan 575 anggota DPR.

Jalan pikiran yang sama terhadap presiden dan wakil presiden terpilih. Saya, atau Anda, atau siapa pun tidak dapat tidak mengakui hasil Pilpres 2019. Juga tidak boleh menghalangi pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih.

Dalam hal itu ada dua kepatuhan yang penting dan perlu bersama 'kita' tegakkan. ('Kita', bukan lagi saya, atau Anda, atau siapa pun). Pertama, kepatuhan 'kita' kepada demokrasi (pileg dan pilpres). Kedua, kepatuhan 'kita' kepada konstitusi.

Berdemokrasi dan berkonstitusi ialah dua keluhuran 'kita' berbangsa dan bernegara. Perpaduan dua keluhuran itu bukan lagi pilihan, melainkan keniscayaan.

Terus terang saya tidak melihat perbuatan menjebol paksa pagar DPR sebagai perbuatan bermuatan hak-hak sipil. Malahan itu perbuatan sebagian dari diri anak bangsa ini untuk menceraikan dua keluhuran berdemokrasi dan berkonstitusi. Padahal dua perpaduan keluhuran itu seyogianya kita kawal dan tegakkan bersama.

Dalam 'keluhuran' terkandung makna 'kebesaran' dan 'kemuliaan'. Hemat saya, ke sanalah bersama kita melangkah.



Berita Lainnya
  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.

  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.