Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DHARMA Pongrekun bertemu Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Dharma merupakan rival Pramono dalam Pilkada 2024 lalu.
Pertemuan tersebut berlangsung di Balai Kota DKI Jakarta pada Jumat (23/5) kemarin. Usai pertemuan tersebut, eks calon Gubernur DKI di Pilkada 2024 lalu ini mengaku membahas soal kepemimpinan Jakarta di tangan Pramono dan Rano Karno.
Ia pun menyebut, saat berkontestasi politik melawan pasangan Pramono-Rano dan Ridwan Kamil - Suswono sangat melelahkan, namun sangat bahagia karena melihat kondisi Jakarta dari dekat.
Oleh karenanya, saat ini, Eks Kepala BSSN Itu sudah menjadi sahabat Pramono dan memberikan saran-saran mengenai pembangunan Kota Jakarta, salah satunya mengenai kondisi cuaca.
"Kalau sahabat kan dimana saja berada tetap sahabat jadi ya kita tetap memberikan mendengar hal-hal yang beliau sudah alami selama ini. Termasuk kondisi cuaca sekranh ini, ya sedang tidak nyaman banyak hujan, hujan tidak merata, debit air banyak itu menjadi tanggung jawab mas Pramono," bebernya.
Lebih lanjut, Dharma mengatakan Pramono lebih paham dengan kondisi Jakarta, ia percaya Senior PDIP itu bisa menyelesaikan persoalam kota.
"Ya beliau sudah paham apa yang harus dijalani, kalau saya kan cuma ngobrol-ngobrol ringan tetapi terutama titip rakyat Jakarta," jelasnya.
Ditanya soal rencana mencalonkan kembali di Pemilu 2029, Dhrama mengaku hal tersebut biarkan mengalir. Namun ia tetap berpesan, bahwa masyarakat untuk tidak percaya vaksin.
"Ya saya biarkan semua mengalir ya, saya bukan siapa-siapa, yang penting jalani hari demi hari tetap sehat dan jangan lupa andalkan Tuhan dari apapun juga, jangan pernah andalkan yang namanya vaksin," pungkasnya. (Far/P-3)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, curah hujan di wilayah Jakarta, akhir pekan lalu, sudah masuk dalam kategori ekstrem sehingga menyebabkan banjir
TIANG-tiang beton maupun besi bekas proyek Monorel Jakarta yang mangkrak masih berdiri sejak 21 Tahun silam. Tiang monorel tersebut berdiri kaki di sepanjang Jalan HR Rasuna Said.
Warga juga diharapkan untuk tetap memantau kanal informasi resmi dan menghindari berteduh di bawah pohon besar atau baliho saat hujan disertai angin kencang terjadi.
Puluhan tiang beton yang terlanjur berdiri akhirnya mangkrak selama belasan tahun, berubah menjadi besi tua.
Pemerintah Provinsi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan memulai pembongkaran tiang monorel mangkrak di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, pada hari ini, Rabu (14/1).
Lebih lanjut Pramono merinci, jumlah anggaran Rp100 miliar bukan hanya dikeluarkan untuk pembongkaran tiang saja.
Ia menyarankan agar rencana Pilkada tidak langsung ditunda dan dibawa secara terbuka dalam kontestasi politik nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved