Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengaku prihatin dengan penyelenggaraan Pilkada Serentak 2024 yang dinilainya telah diwarnai oleh money politics atau politik uang.
Berdasarkan informasi yang diperolehnya, Cak Imin mengungkap nominal uang yang mesti dikeluarkan untuk mengamankan satu suara ialah sebesar Rp300 ribu.
Merespons itu, Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat, Kamhar Lakumani, menerangkan informasi maraknya money politic atau politik uang seperti yang disampaikan Cak Imin telah menjadi rahasia umum pada berbagai peristiwa pemilihan.
“Mulai dari Pilkades, Pemilu dan Pilkada, nyaris tak pernah lepas dari perkara politik uang. Terkait besaran tentu saja berbeda-beda. Ini yang menjadi kekhawatiran kita semua selaku penggiat dan pecinta demokrasi,” ujar Kamhar kepada Media Indonesia, Minggu (1/12).
“Proses demokrasi hanya berjalan secara prosedural saja, namun derajat dan kualitas demokrasi semakin merosot karena demokrasi yang terbajak oleh politik uang,” tambahnya.
Kamhar menegaskan hal ini yang menjadi tantangan seluruh elemen politik.
Di sisi lain, Partai Demokrat, kata Kamhar, mengapresiasi komitmen Presiden RI Prabowo Subianto dan seluruh pimpinan partai politik untuk melakukan pembenahan dan penataan ulang sistem perpolitikan Indonesia.
Namun, Kamhar menuturkan tentu saja bukan untuk memangkas demokrasi dengan kembali ke sistem politik yang otoriter, melainkan sebagai ikhtiar peningkatan derajat dan kualitas demokrasi.
“Beberapa Isu krusial terkait ini antara lain persoalan keuangan dan pembiayaan partai politik, rekrutmen kader, sistem pemilu, dan sebagainya,” ujarnya.
“Jadi mesti dilakukan kajian yang komprehensif dan komitmen yang kuat untuk dijalankan setelah menjadi kebijakan,” tambahnya.
Kamhar juga mengemukakan menguatnya politik uang membuat wacana omnibus law UU Politik menjadi relevan.
Tetapi, lanjut Kamhar, mesti melibatkan sebanyak mungkin elemen demokrasi dan civil society serta adanya diskursus publik untuk membahasnya. (Ykb/M-3)
Kepala Pusat Riset BRIN Mardyanto Wahyu Tryatmoko menilai wacana pilkada tidak langsung lewat DPRD tidak menjamin hilangnya politik uang dan justru berpotensi lebih mahal.
POLITIK uang atau money politics di Indonesia telah menjadi masalah sistemis yang merusak kualitas demokrasi dan mengancam integritas pemilu.
Pelaksanaan Pilkada langsung masih diwarnai berbagai praktik curang, termasuk politik uang.
PEMILIHAN anggota Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) pada awal 2026 menyedot perhatian luas, sesuatu yang tidak terjadi pada proses pemilihan deputi gubernur sebelumnya.
Di saat pemilu berjalan kompetitif, kualitas demokrasi justru dinilai jalan di tempat atau bahkan mundur.
DOSEN Departemen Politik dan Pemerintahan Fisipol UGM, Dr. Mada Sukmajati menilai, argumen Pilkada melalui DPRD atau Pilkada tidak langsung masih perlu didukung data ilmiah.
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar, menyampaikan duka cita atas wafatnya Wakil Presiden ke-6 RI, Try Sutrisno, yang meninggal dunia pada Senin.
MENKO PM Muhaimin Iskandar memastikan sebanyak 106 ribu peserta data Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) yang merupakan pasien katastropik sudah aktif kembali.
MENTERI Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar menegaskan pentingnya peran aktif pemerintah daerah dalam pemutakhiran data PBI JKN.
PKB menyebut arah kebijakan tersebut sebagai penerapan ekonomi konstitusi yang berpijak pada Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945.
Pemerintah menaruh perhatian serius terhadap kasus anak yang mengakhiri hidupnya akibat persoalan yang dinilai sepele namun berujung tragis.
PKB mendukung langkah-langkah diplomasi Presiden Prabowo Subianto, termasuk keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace (BoP).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved