Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Bawaslu Sumatra Utara Saut Boangmanalu mengajak semua pihak termasuk para mahasiswa untuk membantu mengawasi dan mengawal seluruh tahapan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2024.
"Mari sama sama kita kawal proses pilkada ini, bila ada pelanggaraan pemilu dengan sejumlah bukti yang kuat di wilayah Sumatera Utara, segera sampaikan dan akan kami tindak," kata Koordinator Divisi Humas, dan Data Informasi Bawaslu Sumatra Utara, Jumat (3/10).
Sebelumnya, founder Sekolah Kebangsaan Pemuda Indonesia (SKPI) Faisal Andri Mahrawi saat digelar Festival Kuliner dan Intelektual (FESKULIN) di Kampus FISIP USU Medan, Kamis (3/10) yang diprakarsai GMNI FISIP USU ini juga mengajak para mahasiswa untuk terlibat aktif dalam mengawasi kondisi demokrasi di indonesia dan meminta agar mahasiswa untuk tidak anti dengan partai politik jika ingin memperbaiki sistem agar suatu saat kelak nanti bisa menguasai partai politik.
Baca juga : Arahkan Guru Dukung Prabowo-Gibran, ASN Kota Medan Langgar Aturan
Ketua panitia FESKULIN Roland Fredi Halawa menyampaikan selain festival kuliner bagi para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) juga dirangkai dengan diskusi publik dengan tajuk Darurat Demokrasi untuk untuk menularkan wawasan dan harapan nara sumber kepada seluruh peserta diskusi publik.
"Selain diskusi publik untuk mengisi asupan nutrisi akal sehat dengan wawasan para pembicara yang merupakan senior kita yang telah lama berkecimpung dalam demokrasi Indonesia, maka dibutuhkan juga asupan nutrisi dan gizi untuk badan yang disediakan oleh para pedagang kecil yang kami bantu berdayakan disini," jelasnya.
Sementara itu, mantan Walikota Medan Akhyar Nasution menegaskan bahwasanya politik dinasti harus dilawan dan dihabisi. "Dinasti politik yang ada hari ini harus segera dihabisi, karena saya sendiri pun pernah melawan dinasti itu," tandasnya. (N-2)
Kemeninves sampai Danantara diyakini bisa menjadi jalan keluar terbaik untuk mengelola lahan perkebunan sampai pertambangan ini.
Barita mengatakan upaya hukum ini diharapkan dapat memberikan kejelasan terhadap penyebab bencana di Sumatra.
Pembangunan huntara dilakukan di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatra. Rinciannya, sebanyak 16.282 unit huntara dibangun di Aceh, 947 unit di Sumatra Utara, dan 618 unit di Sumatra Barat.
Negara harus memastikan bahwa pencabutan perizinan berusaha di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
Suhu udara rata-rata 11 hingga 32 derajat Celcius dengan kelembaban udara 56-99 persen dan angin bertiup dari Selatan hingga Barat dengan kecepatan 3 hingga 7 km per jam.
Merujuk dari terakhir pemerintah, bencana banjir dan longsor akhir November 2025 lalu menyebabkan 208.693 unit rumah di Aceh rusak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved