Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BUPATI Kendal Dico Ganinduto masih harus giat mencari dukungan demi bisa maju di Pilkada Kota Semarang, Jawa Tengah, guna mengimbangi Alamsyah Setyanegara Sukawijaya (Yoyok Sukawi) yang memiliki elektabilitas tertinggi dalam sejumlah survei.
Sementara itu, jelang pendaftaran Pilkada Kota Semarang pada 27 Agustus mendatang, suasana politik kian memanas, karena para karena belum ada kandidat yang dipastikan maju. Hal itu di antaranya disebabkan para calon wali kota yang ada belum sepenuhnya mengantongi dukungan dari partai politik.
Dico Ganinduto hingga saat ini bertekad maju menjadi calon Wali Kota Semarang di Pilkada 2024. Untuk itu, ia harus mengantongi dukungan dari koalisi partai politik dengan minimal raihan 10 kursi di DPRD Kota Semarang.
Dito saat ini sudah mengantongi dukungan dari Partai Golkar dengan empat kursi dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dengan lima kursi. Ia pun masih harus mencari dukungan untuk melengkapi perolehan minimal 10 kursi legislatif.
Baca juga : KPK: Penetapan Tersangka Wali Kota Semarang Tidak Berkaitan Pencalonan Kembali di Pilkada
"Saya tetap optimistis dapat maju di Pilkada Kota Semarang dengan tambahan parpol yang akan berkoalisi, karena rekomendasi tidak hanya untuk calon wali kota, tetapi satu pasangan calon," kata Dico Ganinduto, Kamis (8/8).
Sementara itu Alamsyah Setyanegara Sukawijaya (Yoyok Sukawi) tampak lebih percaya diri maju di Pilkada Kota Semarang setelah turunnya rekomendasi dari sejumlah parpol yakni Partai Demokrat, PKS, PKB, PAN, NasDem, dan PPP dengan total perolehan 20 kursi parlemen.
Kepercayaan dirinya juga ditambah hasil survei elektabilitas Indo Barometer yang menempatkannya di urutan pertama dengan angka 16,5%
Hasil survei tersebut menempatkan CEO PSIS Semarang Yoyok Sukawi mengungguli para kandidat lainnya termasuk calon petahana Hevearita Gunaryanti Rahayu (11%), Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang Ade Bhakti Ariawan (6,3%), Bupati Kendal Dico M Ganinduto (2,8%). (AS/J-3)
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Kali ini, aparat antirasuah menyasar Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Sejak pagi hujan ringan-sedang sudah mengguyur sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah, memasuki siang, sore hingga awal malam intensitas hujan berpeluang meningkat.
Banjir di Pekalongan mengganggu operasional kereta api. KAI mencatat refund tiket penumpang mencapai Rp3,5 miliar akibat pembatalan perjalanan.
Melihat kondisi cuaca yang masih hujan hingga saat ini, ia juga meminta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk ikut serta melakukan modifikasi cuaca.
Tidak hanya itu, akibat gelombang tinggi penyeberangan antar pulau baik Jepara-Karimunjawa maupunTanjung Emas Semarang-Karimunjawa juga terhenti, termasuk kapal layar motor
Sementara itu di Kabupaten Pati ratusan warga di Desa Doropayung, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, kini mulai mengungsi di tiga lokasi
Rekomendasi Ombudsman RI akan diterbitkan apabila dalam tahap resolusi monitoring setiap laporan masyarakat tidak diselesaikan dalam batas waktu yang telah ditetapkan.
Relawan dapur Makan Bergizi Gratis di Semarang mengaku terbantu secara ekonomi. Warga berharap program MBG terus berlanjut.
Banjir setinggi 40-60 sentimeter itu membuat sejumlah pabrik di kawasan tersebut terpaksa memulangkan pekerja lebih awal
Banjir tersebut terjadi setelah hujan lebat mengguyur kawasan Semarang sejak pukul 16.00 WIB hingga 18.30 WIB. Banjir yang terjadi mencapai ketinggian 10-60 centimeter.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai mengoperasikan pompa air tenaga surya berkapasitas total 2 x 125 liter per detik sebagai bagian dari sistem pengendalian rob dan banjir.
Hingga November 2025, data menunjukkan jumlah kunjungan wisatawan telah mencapai 7,6 juta orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved