Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Masih Banyak yang Salah! Ini Tips Berkendara Aman saat Hujan agar tak Berujung Kecelakaan

 Gana Buana
22/1/2026 20:48
Masih Banyak yang Salah! Ini Tips Berkendara Aman saat Hujan agar tak Berujung Kecelakaan
Tips berkendara aman di musim hujan(MI/Usman Iskandar)

MEMASUKI musim penghujan, tantangan bagi para pengguna jalan meningkat secara signifikan. Jalanan yang licin, jarak pandang yang terbatas, hingga potensi genangan air yang tinggi menjadi risiko nyata yang dapat memicu kecelakaan lalu lintas.

Memahami teknik berkendara yang benar bukan sekadar pilihan, melainkan kewajiban demi keselamatan diri sendiri dan orang lain. Artikel ini akan membedah secara mendalam tips berkendara aman di musim hujan, mulai dari persiapan teknis hingga strategi menghadapi situasi darurat di jalan.

Bagaimana Cara Mempersiapkan Kendaraan Menjelang Musim Hujan?

Langkah pertama dalam keselamatan berkendara dimulai sebelum Anda memutar kunci kontak. Kendaraan yang tidak prima akan sangat berbahaya saat dipaksa menembus guyuran hujan deras. Berikut adalah komponen utama yang wajib diperiksa:

  • Kondisi Ban: Pastikan alur atau kembangan ban masih tebal. Ban yang gundul kehilangan kemampuan untuk membuang air, yang menjadi penyebab utama selip.
  • Wiper dan Cairan Pembersih: Karet wiper yang sudah keras tidak akan menyapu air dengan sempurna. Pastikan wiper bekerja tanpa meninggalkan garis air yang mengganggu pandangan.
  • Sistem Lampu: Pastikan semua lampu berfungsi, termasuk lampu utama, lampu sein, dan lampu kabut (fog lamp). Lampu sangat krusial agar Anda terlihat oleh pengendara lain.
  • Sistem Pengereman: Periksa ketebalan kampas rem. Jalanan licin membutuhkan respons pengereman yang lebih presisi.

Apa Itu Aquaplaning dan Bagaimana Cara Menghindarinya?

Salah satu ancaman terbesar saat hujan adalah aquaplaning atau hydroplaning. Ini adalah kondisi di mana ban kendaraan kehilangan kontak dengan permukaan jalan karena terhalang oleh lapisan air. Akibatnya, kendaraan akan terasa melayang dan tidak bisa dikendalikan.

Untuk menghindarinya, kurangi kecepatan saat melewati genangan air. Jika Anda merasakan gejala aquaplaning (setir terasa sangat ringan), jangan menginjak rem secara mendadak. Lepaskan pedal gas secara perlahan dan jaga posisi setir tetap lurus hingga ban kembali mendapatkan traksi pada permukaan jalan.

Mengapa Tidak Boleh Menyalakan Lampu Hazard Saat Hujan Deras?

Masih banyak pengendara di Indonesia yang salah kaprah dengan menyalakan lampu hazard saat hujan deras. Secara teknis, ini sangat berbahaya karena:

  • Lampu hazard hanya digunakan untuk kendaraan yang sedang berhenti dalam keadaan darurat.
  • Menyalakan hazard saat berjalan akan membingungkan pengendara di belakang jika Anda ingin berbelok atau berpindah jalur (karena lampu sein tertutup oleh hazard).
  • Cahaya kuning yang berkedip terus-menerus dapat melelahkan mata pengendara lain dalam kondisi visibilitas rendah.

Gunakanlah lampu utama atau lampu kabut untuk meningkatkan visibilitas tanpa mengganggu fungsi komunikasi antar kendaraan.

Berapa Jarak Aman Berkendara saat Kondisi Jalan Basah?

Dalam kondisi normal, aturan "tiga detik" sering digunakan untuk menjaga jarak. Namun, saat hujan, jarak pengereman yang dibutuhkan kendaraan menjadi lebih panjang karena traksi ban berkurang. Sangat disarankan untuk menambah jarak menjadi dua kali lipat dari biasanya. Hal ini memberikan ruang bagi Anda untuk bereaksi jika kendaraan di depan melakukan pengereman mendadak atau terjadi hambatan tak terduga.

Tips Khusus bagi Pengendara Sepeda Motor di Musim Hujan

Pengendara motor memiliki risiko lebih tinggi karena faktor keseimbangan. Berikut tips tambahannya:

  • Gunakan Jas Hujan Model Setelan: Hindari jas hujan model ponco karena berisiko tersangkut di rantai atau roda.
  • Hindari Marka Jalan dan Penutup Selokan: Garis putih marka jalan dan penutup besi selokan menjadi sangat licin saat basah.
  • Nyalakan Lampu Utama: Membantu pengendara mobil melihat keberadaan Anda melalui spion di tengah lebatnya hujan.

Persiapan Sebelum Berangkat

Komponen Tindakan
Tekanan Ban Pastikan sesuai standar pabrikan (jangan dikurangi).
Bahan Bakar Pastikan cukup untuk mengantisipasi kemacetan panjang akibat banjir.
Kaca Depan Gunakan cairan anti-embun (defogger) jika tersedia.
Alas Kaki Gunakan sepatu yang tidak licin untuk menginjak pedal atau menapak.

Kesimpulan

Berkendara di musim hujan memerlukan kewaspadaan ganda dan persiapan kendaraan yang matang. Dengan menjaga kecepatan tetap rendah, memastikan kondisi komponen teknis seperti ban dan wiper, serta memahami cara menangani situasi darurat seperti aquaplaning, Anda dapat meminimalisir risiko kecelakaan secara signifikan. Ingat, keselamatan adalah prioritas utama, lebih baik sampai terlambat daripada tidak sampai sama sekali.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

1. Berapa kecepatan maksimal saat hujan deras?
Disarankan untuk menurunkan kecepatan sekitar 20-30% dari kecepatan normal di jalan tersebut, atau maksimal 60 km/jam di jalan tol saat visibilitas sangat buruk.

2. Apa yang harus dilakukan jika mobil terjebak banjir?
Jangan mencoba menghidupkan mesin jika air sudah mencapai ketinggian knalpot atau filter udara untuk menghindari water hammer yang dapat merusak mesin secara permanen. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya