Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
VinFast meresmikan fasilitas produksi kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Subang, Jawa Barat. Peresmian ini menjadi tonggak penting dalam strategi VinFast untuk memperluas jaringan manufaktur global sekaligus menegaskan komitmen jangka panjang perusahaan terhadap pengembangan industri kendaraan listrik di Indonesia.
Kehadiran pabrik tersebut diharapkan mampu memperkuat daya saing VinFast di pasar domestik, mempercepat program lokalisasi, menciptakan lapangan kerja berkualitas, serta berkontribusi signifikan dalam mendorong pertumbuhan industri EV nasional.
Pabrik VinFast Subang berhasil diselesaikan dan mulai beroperasi hanya dalam waktu 17 bulan sejak peletakan batu pertama. Hal ini mencerminkan kemampuan eksekusi VinFast yang cepat dan solid. Fasilitas tersebut merupakan pabrik keempat VinFast secara global, sekaligus pabrik pertama VinFast di Indonesia dan Asia Tenggara di luar Vietnam.
Dalam sambutannya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan apresiasi atas peresmian pabrik VinFast yang dilaksanakan tepat waktu.
Ia menilai proyek ini sejalan dengan agenda pengembangan industri hijau nasional serta berpotensi menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.
"Dengan skala investasi yang signifikan, VinFast diyakini dapat menjadikan Subang sebagai salah satu pusat industri EV baru di kawasan," kata Airlangga di Subang, Senin (15/12).
Ia juga menekankan bahwa kehadiran pabrik ini berpotensi besar dalam penciptaan lapangan kerja, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan ekosistem industri pendukung di daerah.
Sementara itu, CEO VinFast Asia, Pham Sanh Chau menyatakan bahwa peresmian pabrik Subang bukan hanya bukti kemampuan eksekusi VinFast, tetapi juga langkah strategis dalam komitmen jangka panjang perusahaan di Indonesia.
"Lokalisasi merupakan fondasi utama bagi keberlanjutan VinFast, sekaligus kontribusi nyata terhadap target pertumbuhan ekonomi, industrialisasi, dan penciptaan lapangan kerja nasional," kata Pham Sanh Chau.
Ia menambahkan bahwa dengan beroperasinya pabrik ini, VinFast telah membangun salah satu ekosistem kendaraan listrik paling terintegrasi di Indonesia.
"Sesuai peta jalan yang telah ditetapkan, VinFast menargetkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mencapai lebih dari 40% pada 2026, meningkat menjadi 60% pada 2029, dan 80% mulai 2030, sejalan dengan kebijakan Pemerintah Indonesia," ujarnya.
Pabrik VinFast Subang berdiri di atas lahan seluas 171 hektare dan dikembangkan secara bertahap dengan total investasi lebih dari USD 1 miliar. Pada fase lanjutan, kapasitas produksi pabrik ini dapat ditingkatkan hingga 350.000 unit kendaraan per tahun untuk memenuhi permintaan pasar domestik sekaligus membuka peluang ekspor.
Pada Fase 1, VinFast menginvestasikan lebih dari USD 300 juta dengan kapasitas produksi awal sebesar 50.000 unit per tahun. Fasilitas ini dilengkapi dengan lini produksi terintegrasi berstandar internasional, tingkat otomasi tinggi, serta teknologi canggih. Area produksi mencakup body welding (pengelasan bodi), painting (pengecatan), assembly (perakitan), pusat inspeksi kualitas, serta gudang logistik.
VinFast juga menyiapkan area khusus untuk supplier park atau kawasan industri pemasok yang akan menjadi pusat pengembangan pemasok dan pelaku industri lokal. Kawasan ini direncanakan terus diperluas guna mendukung proses lokalisasi yang mendalam dan berkelanjutan.
Pada kapasitas penuh, pabrik Subang diproyeksikan mampu menciptakan antara 5.000 hingga 15.000 lapangan kerja langsung, serta ribuan lapangan kerja tidak langsung di sektor rantai pasok dan layanan pendukung. Hal ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan sosial-ekonomi Subang sebagai pusat industri baru di Jawa Barat.
Pada tahap awal operasional, pabrik VinFast Subang akan memproduksi model EV strategis untuk pasar Indonesia, yakni VF 3, VF 5, VF 6, dan VF 7 dengan setir kanan. Model-model tersebut dirancang untuk kebutuhan mobilitas perkotaan, menyasar konsumen muda dan keluarga modern.
Ke depan, pabrik ini juga akan merakit model-model baru yang dijadwalkan meluncur pada 2026, termasuk sepeda motor listrik (e-scooter) dan MPV listrik yang dioptimalkan untuk kebutuhan komersial dan layanan.
Melalui kebijakan inovatif dan pendekatan yang berorientasi pada konsumen, VinFast terus mempercepat transisi menuju mobilitas hijau di Indonesia dengan jangkauan kawasan yang semakin luas. (H-1)
Wacana penghentian insentif kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) berpotensi menghambat laju transisi energi nasional.
Peralihan ke transportasi berbasis listrik memberi ruang lebih besar bagi pemerintah untuk mengendalikan tekanan fiskal, sekaligus mendukung agenda transisi energi.
Penjualan kendaraan elektrik di Indonesia pada 2025 melonjak pesat mencapai 175.144 unit, naik signifikan dibandingkan 2024 yang tercatat sebesar 103.228 unit.
Pengendara wajib memiliki sisi emosional yang terkontrol agar tidak mengambil keputusan ceroboh yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang-orang di sekitarnya.
Brian menjelaskan bahwa logam tanah jarang merupakan material strategis yang menjadi kunci dalam pengembangan industri kendaraan nasional (mobnas),
Peningkatan pengisian daya kendaraan listrik selama periode Nataru menunjukkan adanya perubahan pola penggunaan kendaraan listrik oleh masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved