Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MENERJANG banjir dengan kendaraan baik roda empat maupun roda dua memiliki risiko yang cukup besar bagi kesehatan kendaraan itu sendiri, terlebih ketika kendaraan tersebut terkena istilah water hammer.
Pendiri workshop dan bengkel Scooter VIP, Dennil Sagita mengatakan water hammer merupakan sebuah kondisi air yang berlebih masuk ke dalam ruang bakar mesin motor, sehingga kejadian ini dapat mengganggu proses pembakaran.
"Water hammer ini terjadi karena adanya kondisi air berlebih masuk ke ruang bakar, otomatis kalau sampai terjadi water hammer biaya perawatannya mahal banget," kata Dennil, dikutip Rabu (12/3).
Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa hal ini terjadi ketika motor terendam air yang cukup dalam hingga merendam mesin kendaraan dan biasanya terjadi ketika dalam kondisi banjir.
Kerugian yang cukup besar harus ditanggung oleh pemilik motor ketika mereka terkena musibah tersebut. Untuk itu, dirinya menyarankan untuk tidak menerobos genangan yang cukup parah dan segera mencari jalan lain.
Namun, ketika pemilik kendaraan terpaksa dan tidak ada jalan lain untuk mencapai tujuan yang ini dicapainya, salah satu cara yang harus
dilakukan adalah dengan cara menarik gas secara konsisten dan usahakan motor tidak sampai mati.
"Jika sudah terlanjur/terpaksa karena tidak ada pilihan usahakan mesin harus selalu dalam kondisi gas dimain mainkan sedikit jangan sampai
mesin mati dan biarkan posisi selalu idle agar air tidak masuk dari jalur lubang knalpot," ujar dia.
Dalam kondisi ini, kerusakan yang disebabkan oleh water hammer diantaranya adalah pada bagian stang piston.
Menurut dia, piston dapat pecah maupun bengkok, sehingga kondisi ini dapat memicu kerugian materi yang cukup besar bagi pemilik.
Masalah selanjutnya yang akan dialami kendaraan yang terkena water hammer ini adalah mesin yang mungkin akan bocor terlebih pada bagian sambungannya, retaknya blok mesin serta kerusakan pada komponen internal lainnya.
Untuk mengatasi itu semua, pemilik harus membawa kendaraan mereka ke bengkel langganan mereka untuk dilakukan pengurasan pelumas mesin, flushing pada mesin hingga pembersihan bagian CVT secara menyeluruh. (Ant/Z-1)
Jika kondisi ini diabaikan, keausan komponen mesin akan dipercepat, performa kendaraan menurun drastis, dan risiko kerusakan serius—termasuk korosi—menjadi sangat tinggi.
Pengembangan SIGNAL merupakan komitmen nyata Polri dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, dan menghilangkan praktik percaloan.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Dengan memahami pengecualian ini, pemegang polis dapat mengambil keputusan yang lebih tepat, termasuk mempertimbangkan perluasan jaminan jika diperlukan.
Pemilik kendaraan disarankan untuk rajin melakukan pembersihan secara rutin setiap melakukan servis berkala. Dengan rajin melakukan perawatan, kinerja lebih optimal.
Menunda membersihkan sepeda motor usai kehujanan dapat memicu timbulnya jamur hingga korosi pada bagian-bagian vital.
Jika kondisi ini diabaikan, keausan komponen mesin akan dipercepat, performa kendaraan menurun drastis, dan risiko kerusakan serius—termasuk korosi—menjadi sangat tinggi.
Pengendara sepeda motor kadang menghadapi dilema ketika menghadapi hujan dan banjir, apakah harus menghentikan kendaraan atau tetap melanjutkan perjalanan.
SEPEDA motor listrik premium asal Indonesia, Alva, berpartisipasi dalam EICMA, pameran otomotif roda dua terbesar dunia di Milan, Italia.
Faktor borosnya konsumsi bahan bakar dari setiap kendaraan tidak hanya disebabkan oleh cara berkendara saja, melainkan modifikasi di berbagai bagian juga turut memengaruhi.
Pengendara sepeda motor dapat menghemat BBM dengan cara mengendarai motornya secara halus, tidak membejek gasnya secara mendadak ke RPM tinggi,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved